oleh Camat Loa Kulu, Ardiansyah

15 Desa Mandiri Jadi Bukti Keberhasilan Loa Kulu dalam Bangun Sinergi

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terus mendorong sinergi antara pemerintah desa (pemdes) dan pemerintah kabupaten (pemkab) agar pembangunan di tingkat lokal semakin terarah dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Camat Loa Kulu, Ardiansyah, saat memberikan arahan kepada para kepala desa (kades) dan ketua rukun tetangga (RT) di wilayahnya, Kamis (12/6/2025).

Menurut Ardiansyah, kolaborasi menjadi kunci penting dalam menyukseskan program-program pembangunan. Ia menegaskan, tanpa kerja sama yang solid, berbagai program yang telah digulirkan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) tidak akan maksimal menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi pemerintah desa dan pemerintah kabupaten sangat penting. Ini menjadi kunci keberhasilan, terbukti dari 15 desa di Loa Kulu yang sudah berstatus Desa Mandiri,” ungkap Ardiansyah.

Camat menjelaskan, capaian status Desa Mandiri merupakan indikator bahwa desa-desa di Loa Kulu mampu mengelola potensi, program, dan dukungan anggaran dengan baik. Status tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan partisipasi masyarakat, inovasi desa, serta keselarasan program desa dengan kebijakan kabupaten.

Dengan semakin banyaknya desa berstatus mandiri, Ardiansyah berharap desa lain di Loa Kulu termotivasi untuk mengikuti jejak keberhasilan tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak bisa dilepaskan dari peran kades dan ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Salah satu program unggulan Pemkab Kukar yang saat ini dinikmati masyarakat adalah Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang dialokasikan khusus untuk RT. Tahun ini, setiap RT menerima dana sebesar Rp50 juta yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan lingkungan sekitar.

“Pada 2026 mendatang, BKKD RT akan kita tingkatkan menjadi Rp150 juta. Karena itu, saya minta para ketua RT untuk memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya, salah satunya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tegas Ardiansyah.

Ia juga memberikan perhatian khusus pada kondisi lingkungan yang bersih dan rapi. Salah satu instruksinya adalah agar para ketua RT memastikan rumput liar di pinggir jalan tidak dibiarkan tumbuh tinggi, karena dapat mengganggu kenyamanan sekaligus memperburuk estetika lingkungan.

“Anggaran operasional sudah disiapkan, tinggal bagaimana kita berkomitmen bersama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.

Selain mendorong pemanfaatan program BKKD, Ardiansyah juga mengapresiasi inisiatif desa-desa yang kreatif menggelar kegiatan berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Festival Kampong Seraong yang digelar secara rutin oleh Pemerintah Desa Jembayan Tengah.

Menurutnya, festival tersebut sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Pemkab Kukar, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan UMKM lokal.

“Saya apresiasi kegiatan tahunan dari Desa Jembayan Tengah. Ini mendukung visi Bupati Kukar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan memberikan ruang bagi pengembangan UMKM lokal,” pungkasnya.

Dengan adanya dukungan anggaran dan kegiatan positif dari desa, Ardiansyah optimistis pembangunan di Loa Kulu akan semakin merata. Ia mengajak seluruh elemen desa, mulai dari kades, RT, hingga masyarakat, untuk ikut terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, memanfaatkan program dengan tepat, dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

“Kalau kolaborasi ini bisa terus terjaga, maka Loa Kulu tidak hanya menjadi contoh dalam hal jumlah Desa Mandiri, tetapi juga bisa jadi teladan dalam tata kelola pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terus mendorong sinergi antara pemerintah desa (pemdes) dan pemerintah kabupaten (pemkab) agar pembangunan di tingkat lokal semakin terarah dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Camat Loa Kulu, Ardiansyah, saat memberikan arahan kepada para kepala desa (kades) dan ketua rukun tetangga (RT) di wilayahnya, Kamis (12/6/2025).

Menurut Ardiansyah, kolaborasi menjadi kunci penting dalam menyukseskan program-program pembangunan. Ia menegaskan, tanpa kerja sama yang solid, berbagai program yang telah digulirkan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) tidak akan maksimal menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi pemerintah desa dan pemerintah kabupaten sangat penting. Ini menjadi kunci keberhasilan, terbukti dari 15 desa di Loa Kulu yang sudah berstatus Desa Mandiri,” ungkap Ardiansyah.

Camat menjelaskan, capaian status Desa Mandiri merupakan indikator bahwa desa-desa di Loa Kulu mampu mengelola potensi, program, dan dukungan anggaran dengan baik. Status tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan partisipasi masyarakat, inovasi desa, serta keselarasan program desa dengan kebijakan kabupaten.

Dengan semakin banyaknya desa berstatus mandiri, Ardiansyah berharap desa lain di Loa Kulu termotivasi untuk mengikuti jejak keberhasilan tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak bisa dilepaskan dari peran kades dan ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Salah satu program unggulan Pemkab Kukar yang saat ini dinikmati masyarakat adalah Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang dialokasikan khusus untuk RT. Tahun ini, setiap RT menerima dana sebesar Rp50 juta yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan lingkungan sekitar.

“Pada 2026 mendatang, BKKD RT akan kita tingkatkan menjadi Rp150 juta. Karena itu, saya minta para ketua RT untuk memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya, salah satunya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tegas Ardiansyah.

Ia juga memberikan perhatian khusus pada kondisi lingkungan yang bersih dan rapi. Salah satu instruksinya adalah agar para ketua RT memastikan rumput liar di pinggir jalan tidak dibiarkan tumbuh tinggi, karena dapat mengganggu kenyamanan sekaligus memperburuk estetika lingkungan.

“Anggaran operasional sudah disiapkan, tinggal bagaimana kita berkomitmen bersama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.

Selain mendorong pemanfaatan program BKKD, Ardiansyah juga mengapresiasi inisiatif desa-desa yang kreatif menggelar kegiatan berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Festival Kampong Seraong yang digelar secara rutin oleh Pemerintah Desa Jembayan Tengah.

Menurutnya, festival tersebut sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Pemkab Kukar, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan UMKM lokal.

“Saya apresiasi kegiatan tahunan dari Desa Jembayan Tengah. Ini mendukung visi Bupati Kukar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan memberikan ruang bagi pengembangan UMKM lokal,” pungkasnya.

Dengan adanya dukungan anggaran dan kegiatan positif dari desa, Ardiansyah optimistis pembangunan di Loa Kulu akan semakin merata. Ia mengajak seluruh elemen desa, mulai dari kades, RT, hingga masyarakat, untuk ikut terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, memanfaatkan program dengan tepat, dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

“Kalau kolaborasi ini bisa terus terjaga, maka Loa Kulu tidak hanya menjadi contoh dalam hal jumlah Desa Mandiri, tetapi juga bisa jadi teladan dalam tata kelola pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?