Bebaca.id, Jakarta – Sebanyak 442 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tercatat telah menjual LPG dan minyak tanah hingga 1 Februari 2026. Data tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, dalam Rapat Komisi VI DPR RI pada Rabu (11/2), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.
Masih merujuk laporan CNN Indonesia, dari total 2.592 KDMP yang telah teregistrasi dalam sistem Pertamina, sebanyak 429 beroperasi sebagai outlet LPG dan 13 lainnya menjadi pangkalan minyak tanah. Mars Ega menjelaskan, pangkalan minyak tanah tersebut berada di wilayah yang belum menjalankan program konversi ke LPG.
Dalam rapat tersebut, Mars Ega juga menyampaikan jumlah KDMP yang mendaftar sebagai calon outlet mencapai 5.689 unit. Pertamina bersama Kementerian Koperasi dan kementerian terkait disebut masih melakukan verifikasi terhadap para pemohon sebelum dapat ditetapkan sebagai penyalur resmi.
Diberitakan CNN Indonesia, Pertamina menegaskan bahwa setiap transaksi LPG maupun minyak tanah melalui KDMP wajib menggunakan KTP. Pencatatan dilakukan melalui sistem Merchant Apps Pertamina (MAP) untuk memastikan distribusi tercatat secara digital dan sesuai ketentuan.
Langkah ini berkaitan dengan penyaluran LPG subsidi, khususnya tabung 3 kilogram yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan aturan baru distribusi LPG subsidi dengan tujuan menekan disparitas harga di berbagai daerah serta memastikan penerima manfaat tepat sasaran.
Di sejumlah wilayah, harga LPG 3 kg masih ditemukan melebihi harga yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, penggunaan oleh kelompok masyarakat menengah ke atas juga masih terjadi, meskipun tidak termasuk kategori penerima subsidi. Keterlibatan koperasi desa sebagai outlet resmi diharapkan dapat memperkuat pengawasan distribusi hingga tingkat desa.c



