Bebaca.id, Tenggarong – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memastikan harga tetap stabil, pasokan terjaga, dan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan.
Kepala Disperindag Kukar, Harli, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan secara rutin oleh tim lapangan dengan mendatangi langsung pedagang dan pengelola pasar. Berdasarkan hasil monitoring hingga akhir Februari 2025, harga sebagian besar bahan pokok masih dalam kondisi stabil, bahkan beberapa komoditas menunjukkan tren penurunan.
“Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok secara umum masih stabil. Ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, dan kami terus memantau perkembangan pasar menjelang Ramadan,” ujar Harli, Kamis (27/2/2025).
Laporan resmi Disperindag mencatat harga beras medium bertahan di kisaran Rp15.667 per kilogram, sementara gula pasir dan daging sapi lokal juga belum mengalami kenaikan. Sejumlah komoditas justru turun harga, seperti minyak goreng curah yang semula Rp15.000 kini menjadi Rp14.833 per liter, serta cabai rawit merah yang turun dari Rp41.667 menjadi Rp40.833 per kilogram.
Harli menegaskan, tren penurunan harga ini diharapkan dapat bertahan hingga Ramadan. Namun pihaknya tetap melakukan antisipasi terhadap potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan. Oleh karena itu, koordinasi terus dilakukan dengan instansi terkait, termasuk Bulog dan distributor bahan pokok, untuk memastikan stok tetap aman.
Selain pemantauan, Disperindag Kukar juga menyiapkan skema operasi pasar yang akan digelar apabila terjadi lonjakan harga signifikan atau kelangkaan pasokan di pasaran. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menghindari spekulasi harga dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Kabid Perdagangan, Bustani, mengimbau masyarakat agar berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar secara mendadak. Menurutnya, aksi borong justru dapat memicu kelangkaan barang dan kenaikan harga secara cepat.
“Kami minta masyarakat tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan. Pemerintah daerah memastikan stok bahan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan, bahkan hingga Idulfitri,” tegas Bustani.
Disperindag Kukar juga merencanakan peninjauan langsung ke sentra-sentra produksi dan gudang distributor dalam beberapa pekan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur distribusi berjalan lancar, sehingga pasokan bahan pokok dari produsen hingga konsumen tidak terganggu.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemkab Kukar berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk tanpa terbebani oleh fluktuasi harga bahan pokok.
(Adv/DiskominfoKukar)
Penulis : Yusuf S A



