DPMD Kukar Kembangkan Pendekatan Supra Desa, Perkuat Kolaborasi untuk Penuhi Kebutuhan Desa

Bebaca.id, TENGGARONG – Mewujudkan desa yang maju dan mandiri bukanlah tugas yang dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Di Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyadari pentingnya pendekatan lintas sektor sebagai kunci untuk mengakselerasi pembangunan desa secara menyeluruh. Oleh karena itu, DPMD Kukar mengembangkan strategi kolaboratif yang dikenal dengan pendekatan Supra Desa.

Konsep Supra Desa pada dasarnya menempatkan pembangunan desa dalam kerangka kerja bersama antara DPMD dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Langkah ini ditempuh untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat desa yang berada di luar kewenangan DPMD.

“Misalnya, jika desa membutuhkan akses jalan antarwilayah, hal tersebut bisa disinergikan dengan Dinas Pekerjaan Umum,” jelas Kepala DPMD Kukar, Arianto, Senin (12/5).

Dalam pelaksanaannya, DPMD Kukar tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan dari desa, tetapi juga mengoordinasikan pemenuhan indikator Indeks Desa (ID) dengan perangkat daerah terkait. Hal ini mencerminkan pendekatan intersektoral yang menggabungkan aspek pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan hidup. Pendekatan Supra Desa menjadi jembatan antara kewenangan terbatas pemerintah desa dengan kebijakan pembangunan yang lebih luas dan struktural.

Kolaborasi ini sangat penting, mengingat tidak semua indikator ID dapat dipenuhi melalui kewenangan desa atau melalui pendampingan langsung dari DPMD. Beberapa kebutuhan, seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, layanan kesehatan lanjutan, maupun pengelolaan lingkungan, harus melibatkan sektor lain yang memiliki otoritas dan sumber daya.

Dalam pandangan Arianto, sinergi lintas sektor merupakan bagian dari strategi besar Kukar untuk mendorong pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang terencana dan berbasis data, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap desa memperoleh intervensi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.

“Pemenuhan indikator ID ini adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan desa itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu kekuatan dari pendekatan Supra Desa adalah kemampuannya memfasilitasi koordinasi antarinstansi dalam satu ekosistem pembangunan yang berorientasi pada desa. Dengan demikian, alur komunikasi antara desa dan OPD tidak lagi kaku atau terfragmentasi, melainkan mengalir dalam sistem yang terintegrasi dan responsif.

DPMD Kukar juga terus berupaya memperkuat kapasitas perangkat desa agar mereka mampu menyampaikan kebutuhan secara sistematis, termasuk menyusun data yang akurat sebagai dasar permintaan intervensi lintas OPD. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemahaman indikator ID, tetapi juga pada bagaimana desa dapat membangun jejaring kerja sama dengan instansi terkait.

Model kolaboratif ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, yang mengedepankan inklusi, partisipasi, dan efisiensi sumber daya. DPMD Kukar menempatkan pendekatan Supra Desa sebagai instrumen strategis untuk memperkuat posisi desa sebagai aktor pembangunan, bukan hanya objek kebijakan.

Dengan sinergi yang tepat, desa-desa di Kukar tidak hanya didorong untuk memenuhi indikator formal dalam Indeks Desa, tetapi juga untuk tumbuh sebagai entitas yang tangguh secara kelembagaan, sosial, dan ekonomi. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan mampu membentuk fondasi pemerintahan desa yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. (Adv)

Penulis : Rachaddian (dion)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?