Bebaca.id, TENGGARONG – Perubahan nyata dalam tata kelola keuangan desa di Kutai Kartanegara mulai terlihat sejak kehadiran aplikasi Si Pacar Kuda. Inovasi digital ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dalam menciptakan sistem administrasi yang lebih efisien dan akuntabel.
Dikenal sebagai Sistem Pencairan Keuangan Desa, aplikasi ini mulai diimplementasikan penuh sejak tahun 2023. Tujuannya jelas: mempermudah proses pengajuan pencairan anggaran oleh desa tanpa proses manual yang menyita waktu dan sumber daya.
Menurut Poino, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Kukar, kehadiran Si Pacar Kuda mempercepat proses pelayanan yang sebelumnya memerlukan kedatangan langsung ke kecamatan atau kabupaten.
“Dengan Si Pacar Kuda, desa-desa di Kukar kini dapat mengajukan pencairan dana secara online tanpa perlu datang langsung ke kecamatan atau kabupaten,” ujarnya, Senin (12/05).
Ia menerangkan bahwa cukup dengan mengunggah dokumen melalui sistem, proses dapat langsung berjalan tanpa hambatan.
“Setelah itu, sistem akan memverifikasi dan memproses dokumen secara digital, memungkinkan pencairan dana yang lebih cepat dan akurat. Selain itu, desa juga dapat memantau status pencairannya secara langsung,” jelasnya.
Implementasi sistem ini tidak hanya memberikan kemudahan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa yang selama ini kerap menjadi sorotan. Akses real-time terhadap status pencairan juga memungkinkan keterlibatan warga dalam proses pengawasan.
Prestasi ini pun mendapat pengakuan di tingkat kabupaten. DPMD Kukar berhasil membawa pulang penghargaan sebagai juara II dalam kompetisi inovasi antar perangkat daerah tahun 2024. Sebuah capaian yang membuktikan bahwa inovasi digital tidak hanya gagasan, tetapi bisa membawa dampak riil di lapangan. (Adv)



