Bebaca.id, TENGGARONG – Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) RT 4 Kelurahan Maluhu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi sorotan berkat terobosan kreatif yang menghadirkan suasana jaga malam lebih nyaman dan edukatif. Poskamling ini tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga dilengkapi taman baca, yang menjadikannya tempat belajar dan berkumpul warga lintas usia.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa, Asmi Riyandi Elvandar, menilai upaya ini sebagai bentuk pengembangan sistem keamanan lingkungan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. “Inovasi seperti konsistensi pelaksanaan dan keberadaan fasilitas pendukung menjadi faktor utama dalam penilaian lomba Siskamling,” ujarnya, Jumat (9/5).
Kehadiran taman baca di Poskamling bukan hanya memperkaya fungsi ruang publik, tetapi juga mendorong keterlibatan anak-anak dan remaja dalam aktivitas yang positif di lingkungan mereka. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat antarwarga dan mengubah wajah Poskamling menjadi tempat yang ramah serta inklusif.
Tak hanya itu, warga RT 4 juga tetap mempertahankan tradisi iuran beras, yang kemudian digunakan untuk mendukung logistik kegiatan jaga malam dan keperluan sosial lainnya. Kearifan lokal ini memperkuat semangat gotong royong dan menjadi simbol solidaritas antarwarga, terutama dalam menjaga ketahanan sosial dan keamanan lingkungan.
Asmi menyebut, pendekatan ini patut menjadi inspirasi bagi RT dan kelurahan lainnya. Keamanan lingkungan tidak semata soal patroli dan penjagaan, tetapi juga soal membangun rasa memiliki terhadap lingkungan serta menciptakan ruang kebersamaan di tengah masyarakat. “Upaya seperti ini adalah bentuk nyata sinergi antara budaya, keamanan, dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Poskamling RT 4 Maluhu telah membuktikan bahwa kreativitas dan semangat kolektif warga dapat melahirkan model keamanan lingkungan yang tidak hanya fungsional tetapi juga edukatif. Pendekatan seperti ini diharapkan bisa direplikasi oleh wilayah lain dalam membangun sistem keamanan berbasis komunitas yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan.
Dengan perpaduan inovasi, pelestarian budaya, dan gotong royong, RT 4 Kelurahan Maluhu telah memberikan contoh nyata bahwa menjaga keamanan bisa sekaligus menjadi upaya memperkuat identitas dan hubungan sosial antarwarga.
(Adv/DPMD/Kukar)
Penulis: Yusuf S A



