Bebaca.id, Tenggarong — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong lahirnya koperasi aktif di seluruh wilayahnya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM), inisiatif pembentukan Koperasi Merah Putih kini diprioritaskan untuk 52 desa dan kelurahan yang belum memiliki koperasi berjalan.
Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menjelaskan bahwa masih banyak wilayah di Kukar yang belum tersentuh koperasi aktif. Padahal, koperasi dinilai sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“52 wilayah ini belum memiliki koperasi yang aktif. Ini bukan hanya angka, tapi juga cerminan potensi yang belum tergarap secara optimal,” ungkap Thaufiq, Jumat (07/06).
Konsep Koperasi Merah Putih yang ditawarkan mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan lokal. Koperasi akan dirancang melalui proses musyawarah desa dan melibatkan masyarakat sejak awal sebagai bentuk penguatan kelembagaan sekaligus kontrol sosial.
Warga desa akan difungsikan sebagai pengawas internal koperasi, guna menjaga transparansi dan kepercayaan. Sementara untuk posisi pengurus, dimungkinkan berasal dari luar desa jika memang dibutuhkan kompetensi khusus.
Tak hanya membentuk koperasi baru, desa yang sudah memiliki koperasi juga akan dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi ini akan menentukan langkah strategis ke depan, apakah koperasi yang ada perlu direvitalisasi atau dikembangkan lebih lanjut.
“Target kami bukan sekadar banyaknya koperasi, tapi bagaimana koperasi itu bisa bertahan, tumbuh, dan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ujar Thaufiq. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa akan sangat menentukan keberhasilan program ini. (Adv)



