Foto: Ilustrasi

Desa Segihan Gagas Koperasi Pertama di Sebulu, Perkuat Kolaborasi dengan BUMDes

Tenggarong — Desa Segihan di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), tengah mempersiapkan langkah strategis dalam pembangunan ekonomi lokal dengan membentuk koperasi desa pertama di wilayah tersebut. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung kemandirian desa melalui kolaborasi erat bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menyebut bahwa pembentukan koperasi ini sejalan dengan konsep Koperasi Merah Putih yang diusung oleh Kementerian Desa dan didukung oleh Dinas Koperasi dan UKM Kukar. Menurutnya, koperasi akan menjadi mitra penting BUMDes dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi desa.

“Tujuan kami bukan sekadar membentuk koperasi, tapi menjadikannya tulang punggung ekonomi desa yang bisa bersinergi langsung dengan BUMDes,” ujar Hendra, Senin (10/06).

Hendra mengungkapkan bahwa sejumlah unit usaha baru telah dirancang dan akan dijalankan BUMDes, termasuk layanan penyediaan sarana produksi pertanian, jasa transportasi desa, serta penyewaan perlengkapan acara seperti tenda dan kursi. Ia juga menekankan pentingnya peran BUMDes dalam menampung gabah langsung dari petani agar distribusi hasil panen lebih efisien dan menguntungkan.

Langkah ini dinilai tidak hanya memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa, tapi juga memberi dampak nyata bagi petani lokal melalui kepastian pasar dan harga yang kompetitif. “Kepastian pasar adalah kunci agar petani tetap produktif dan sejahtera,” tambahnya.

Sejak mendapatkan dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar pada tahun 2018, BUMDes Segihan telah menunjukkan perkembangan yang positif. Bantuan dana sebesar Rp50 juta dari Kementerian Desa telah dimanfaatkan untuk menjalankan usaha penyewaan perlengkapan acara, yang hingga kini masih menjadi sumber pendapatan utama desa.

Dengan terbentuknya koperasi, Hendra berharap penguatan kelembagaan ekonomi di desa semakin lengkap. Koperasi dirancang untuk mendukung sektor distribusi hasil pertanian, penyediaan barang, hingga peningkatan kapasitas warga desa melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi.

“Kami ingin koperasi dan BUMDes menjadi pilar ganda yang memperkuat ketahanan ekonomi desa. Jika berhasil, model ini bisa direplikasi di desa-desa lain di Sebulu,” tutup Hendra. (Adv)

Penulis: Yusuf S A

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?