Penulis: SultanAL
TENGGARONG – Tragedi pencabulan di salah satu pondok pesantren (Ponpes) yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berlanjut. Setelah dibentuknya Tim Adhoc oleh Komisi IV DPRD Kukar untuk mengevaluasi sekolah sistem asrama dan mendampingi korban dan keluarga.
Komisi IV DPRD Kukar melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan yayasan pesantren bernama Yayasan Pondok Pesantren Modern Idadurahman Kampung Damai (YPMIKD). Dibersamai juga dengan Pemkab Kukar, Kemenag Kukar, psikolog serta TRC PPA Kaltim, di Ruang Banmus, Selasa (26/8/2025)
Rapat ini dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kukar, Aini Faridah bersama Ketua Komisi IV, Andi Faisal dengan para anggota Akbar Haka, Fatlon Nisa, Muhammad Idham, Sri Muryani serta Miftaul Jannah.
Dari rapat ini, telah dipastikan bahwa pelaku diketahui merupakan anak dari pimpinan Ponpes. Dan dipastikan bahwa hukum terus berlanjut, dan pelaku dipastikan tidak akan mengajar lagi oleh pihak Yayasan Ponpes.
DPRD Kukar bersama Tim Adhoc tidak ingin kejadian ini menjadi bom waktu. Mengingat tahun 2021 kejadian serupa terjadi, namun berujung buntu karena mediasi. Fatlon mendorong agar tidak ada pembiaran dari segala hal yang ada di Ponpes tersebut.
“Karena tidak menutup kemungkinan anak-anak yang melihat kejadian ini menyerang psikisnya, tenaga pengajar juga takutnya mengetahui dan melihat. Ini adalah indikasi, namun ini masih didalami oleh pihak penyidik,” jelasnya.
Skrining terhadap santri, ungkap Fatlon, diharapkan menjadi bukti apabila memang ada korban lain. Fatlon juga memastikan Tim Adhoc yang diketuai Kepala UPT P2TP2A Kukar Faridah terus bekerja dengan optimal bersama Lembaga-lembaga pemerintah lainnya seperti Kemenag hingga MUI.
Fatlon menyebut RDP ini adalah pertemuan pertama dengan pondok. Dengan RDP ini, DPRD dan Tim Adhoc mengetahui tindaklanjut pondok berupa pengawasan santri.
“Nanti kami akan tetap sidak, untuk memastikan pengawasannya. Kami akan mencari dugaan indikasi, cuman fokus kami adalah psikis anak. Tidak mungkin korban ini tidak cerita, itu yang akan kita dalami,” pungkasnya.



