TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan silaturahmi dari Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Selasa (08/07) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Kunjungan dipimpin langsung oleh Bupati Wajo, H. Andi Rosman, dan disambut hangat oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri serta Wakil Bupati Rendi Solihin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, jajaran Forkopimda, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan yang bertujuan mempererat hubungan antardaerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar Aulia menekankan adanya ikatan emosional dan historis antara Kukar dan Wajo. Salah satu bukti hubungan itu adalah keberadaan makam Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-14, Aji Muhammad Idris, yang terletak di Kabupaten Wajo. “Hal ini bisa menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Kukar dan Wajo,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Arianto selaku Kepala DPMD Kukar menyampaikan dukungan terhadap penguatan hubungan antardaerah, terutama dalam sektor pemerintahan dan pembangunan. Ia menyebut bahwa hubungan historis tersebut memiliki nilai penting dalam membangun kolaborasi konkret ke depan.
“Kita tadi sudah dengar dari Pak Bupati bahwa ada ikatan emosional antara Kabupaten Kukar dengan Kabupaten Wajo. Di mana ada salah seorang Raja Kutai yang dimakamkan di Kabupaten Wajo, yaitu Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-14, Aji Muhammad Idris,” jelasnya.
Arianto juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari Pemkab Wajo dan menyebut Wajo sebagai daerah yang maju, terutama dalam sektor pertanian. Ia menyoroti bahwa lebih dari 10.500 hektare lahan produktif dikelola dengan baik oleh Pemkab Wajo, dan hal ini menurutnya bisa menjadi acuan positif bagi Kukar.
“Kita juga punya potensi pertanian yang sama. Harapannya, Kukar bisa meniru dan mengadopsi pengelolaan pertanian dari Wajo,” katanya. Ia menilai, dalam penyelenggaraan pemerintahan, penting untuk memiliki mitra daerah sebagai referensi dan pembanding.
Melalui kunjungan ini, Arianto berharap terbuka jalan menuju kerja sama strategis antara dua kabupaten, khususnya dalam sektor pertanian, pemerintahan desa, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas daerah bisa memberikan manfaat luas bagi pembangunan berkelanjutan.



