Lakeview Samboja, Surga Tersembunyi di Kukar yang Tumbuh dari Gotong Royong Warga

Kutai Kartanegara – Dari tangan masyarakat, lahirlah destinasi wisata yang kini ramai diperbincangkan. Lakeview di Kecamatan Samboja tumbuh menjadi ikon wisata baru di Kutai Kartanegara (Kukar), membuktikan bahwa kolaborasi warga dapat menjadi fondasi kuat bagi pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan.

Berawal dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, kawasan yang dulunya biasa saja kini menjelma menjadi ruang publik favorit. Danau tenang yang dikelilingi hamparan hijau menjadi daya tarik utama, terlebih dengan dukungan komunitas lokal yang aktif mempercantik dan mempromosikan kawasan ini.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Ahmad, Lakeview menjadi contoh sukses pengembangan wisata berbasis masyarakat.

“Lakeview tumbuh dari inisiatif warga. Mereka bukan hanya membangun, tapi juga menjaga dan mempromosikan. Kalau ditambahkan sentuhan warna atau spot visual baru, kawasan ini pasti makin ramai, terutama saat momen liburan,” ujar Ivan.

Kekuatan media sosial juga memainkan peran besar dalam popularitas Lakeview. Foto-foto cantik dan video dari pengunjung yang diunggah ke berbagai platform menjadi promosi gratis yang efektif. Dampaknya terasa nyata — ekonomi lokal menggeliat. Warga membuka usaha kuliner, penyewaan perahu, hingga jasa parkir yang menambah perputaran uang di tingkat desa.

“Perputaran ekonomi terjadi ketika wisatawan datang dan menghabiskan uang mereka. Jika mereka puas, promosi terjadi secara alami,” tambah Ivan.

Kesuksesan Lakeview bahkan menarik perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kini kawasan ini mulai diperkenalkan ke daerah-daerah lain seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Selain itu, Dispar Kukar juga membidik pengunjung dari Balikpapan, Samarinda, dan Bontang sebagai pasar potensial.

Ivan berharap semangat warga Samboja ini bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kukar. Di tengah dominasi sektor migas, pariwisata dinilai mampu menjadi sumber ekonomi alternatif yang inklusif, kreatif, dan tahan terhadap fluktuasi pasar.

“Jika dikelola dengan baik, pariwisata bisa tumbuh terus tanpa bergantung pada sektor migas. Kami ingin tiap kecamatan melihat peluang wisata sebagai sumber ekonomi berkelanjutan,” tutupnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?