TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mencatat pendapatan sektor pariwisata mencapai Rp9,1 miliar hingga Maret 2025. Angka ini menunjukkan tren positif minat masyarakat terhadap destinasi wisata lokal serta meningkatnya efektivitas sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam pengelolaan sektor pariwisata.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, menjelaskan bahwa capaian tersebut masih bersifat sementara, karena data untuk April dan Mei 2025 masih dalam proses rekapitulasi.
“Bila data hingga Mei dimasukkan, besar kemungkinan pendapatan melampaui Rp9,1 miliar. Ini pertanda baik bagi pengembangan sektor pariwisata Kukar,” ujarnya, Senin (23/6/2025).
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola langsung oleh Dispar Kukar, realisasi hingga akhir Mei tercatat Rp700 juta dari target tahunan sebesar Rp1,4 miliar. Dengan tren positif tersebut, Ridha menyatakan keyakinannya bahwa target PAD tahun 2025 bisa terlampaui.
“Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala. Capaian PAD sejauh ini menunjukkan stabilitas yang cukup baik,” ungkapnya.
Meski menunjukkan pertumbuhan, Dispar Kukar tetap menghadapi tantangan di lapangan, terutama terkait efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya kegiatan seperti perjalanan dinas dan penggunaan fasilitas perhotelan. Kebijakan tersebut secara tidak langsung memengaruhi tingkat hunian hotel dan pergerakan ekonomi wisata daerah.
“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Kukar, tapi juga secara nasional. Beberapa hotel memang melaporkan adanya penurunan okupansi,” tambahnya.
Ridha menerangkan, pendapatan sektor pariwisata Kukar bersumber dari berbagai komponen seperti pajak hotel dan restoran, retribusi tempat hiburan, parkir wisata, hingga rumah makan. Saat ini pihaknya juga tengah melakukan kajian perbandingan untuk melihat kinerja sektor pariwisata tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pergerakannya masih sejalan dengan tren 2024, tapi evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan untuk melihat potensi peningkatan yang lebih spesifik,” jelasnya.
Lebih jauh, Ridha menegaskan bahwa sektor pariwisata berperan penting dalam arah transformasi ekonomi Kutai Kartanegara yang kini tengah digalakkan oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Daerah yang sebelumnya bergantung pada tambang dan migas diharapkan beralih menuju ekonomi berkelanjutan berbasis pariwisata, budaya, dan pertanian.
“Ini bukan hanya soal PAD, tetapi tentang masa depan Kukar. Pariwisata harus menjadi salah satu sumber ekonomi alternatif yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Ridha.
Dengan dukungan kebijakan daerah dan semangat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Kukar optimistis sektor pariwisata akan menjadi pilar penting pembangunan ekonomi daerah di masa mendatang.



