Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meresmikan Patung Ir. Soekarno yang berdiri di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sanga-Sanga Dalam, Kecamatan Sanga-Sanga, Selasa (27/1/2026). Patung ini menjadi ikon baru daerah sekaligus simbol kebanggaan masyarakat Sanga-Sanga.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, mengatakan pembangunan patung dan kawasan RTH tersebut belum sepenuhnya rampung. Ke depan, masih akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti musala serta penataan area bagi pelaku UMKM agar lebih tertata rapi.
“Alhamdulillah patung sudah berdiri tegap di Sanga-Sanga, tetapi ini belum selesai. RTH ini masih membutuhkan fasilitas umum lainnya agar benar-benar bisa dinikmati masyarakat,” ujar Rendi.
Selain itu, Pemkab Kukar juga telah menyiapkan program kegiatan seni budaya bertajuk Soekarno Night yang direncanakan berlangsung setiap malam Minggu atau dua minggu sekali. Kegiatan tersebut akan menampilkan seni dan budaya lokal Kecamatan Sanga-Sanga.
“Mudah-mudahan bisa konsisten seperti yang ada di Simpang Odah Etam. Jadi Sanga-Sanga juga punya ruang dan anggaran khusus untuk kegiatan seni budaya secara rutin,” tambahnya.
Rendi menjelaskan, Patung Soekarno di Sanga-Sanga tercatat sebagai patung Soekarno tertinggi pertama di luar Pulau Jawa dan berada di peringkat kelima tertinggi di Indonesia, dengan selisih sekitar 10 sentimeter dari patung Soekarno-Hatta.
Pemilihan Soekarno sebagai ikon di Sanga-Sanga, menurut Rendi, telah melalui proses panjang sejak masa pandemi COVID-19. Pembahasan awal dilakukan pada 2022, termasuk peninjauan lokasi dan penentuan tokoh yang akan diabadikan.
“Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia, sekaligus Bapak Proklamator. Beliau adalah tokoh pahlawan yang kami tetapkan bersama untuk menjadi ikon di Kecamatan Sanga-Sanga,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan patung tersebut juga menjadi kebanggaan masyarakat, mengingat banyak negara besar di dunia yang turut menampilkan patung Soekarno sebagai simbol sejarah dan perjuangan.
Dari sisi anggaran, pembangunan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap. Pada 2023, perencanaan mulai dimasukkan dalam APBD, dilanjutkan dengan pematangan lahan. Pembangunan fisik baru dimulai pada 2024 dan dilaksanakan secara bertahap hingga saat ini.
“Total anggaran yang digelontorkan hampir Rp30 miliar, sebagian besar untuk pembangunan ruang terbuka hijau karena lokasinya sangat luas,” ungkap Rendi.
Selain pembangunan RTH, Pemkab Kukar juga melakukan peningkatan infrastruktur jalan di sekitar kawasan, termasuk jalan lingkungan hingga ke gang-gang di Sanga-Sanga Dalam. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi ketimpangan pembangunan di sekitar ikon daerah tersebut.
“Kami pastikan seluruh wilayah di sekitar ikon ini memiliki infrastruktur yang memadai. Jangan sampai lokasinya bagus, tapi akses jalannya rusak. Itu yang kami pastikan sebelum peresmian,” pungkasnya.



