Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menegaskan bahwa peringatan Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai refleksi nilai perjuangan yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
Menurut Rendi, Sangasanga memiliki nilai historis penting sebagai simbol perlawanan rakyat Kalimantan Timur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai tersebut, kata dia, perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
“Sangasanga ini bukan sekadar seremoni. Ini pengingat bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan,” ujarnya.
Ia menilai, tantangan generasi saat ini tidak lagi berupa penjajahan fisik, melainkan persoalan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah. Karena itu, semangat perjuangan para pahlawan Sangasanga perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata.
“Semangat juang itu harus kita hidupkan hari ini, salah satunya melalui pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan generasi muda di Kutai Kartanegara,” kata Rendi.
Peringatan Merah Putih Sangasanga ke-79 ini, lanjut Rendi, seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama agar nilai-nilai sejarah tidak hanya diperingati, tetapi juga dijadikan landasan dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Upacara peringatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, veteran pejuang, serta masyarakat Sangasanga.



