Banjir kembali menggenangi jalan poros di Desa Teluk Bingkai, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar),

Banjir Lumpuhkan Jalan Poros Teluk Bingkai, Harga Bahan Pokok Ikut Naik

Penulis : SultanAL

TENGGARONG — Banjir kembali menggenangi jalan poros di Desa Teluk Bingkai, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sehingga menghambat aktivitas transportasi warga dan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.

Genangan air yang telah berlangsung selama tiga hari itu menyebabkan akses utama penghubung antar desa terputus. Jalan tersebut menghubungkan Desa Teluk Bingkai dengan Lamin Telihan dan Lamin Pulut, sekaligus menjadi jalur strategis penghubung Kukar dengan Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Kepala Desa Teluk Bingkai, Saimansyah, mengatakan meski ketinggian air mulai berangsur surut, dampak banjir masih dirasakan masyarakat, terutama dalam distribusi kebutuhan pokok.

“Banjir sudah terjadi sekitar tiga hari. Hari ini air mulai turun, tetapi aktivitas warga masih terganggu,” kata Saimansyah, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, terputusnya akses jalan membuat distribusi barang menjadi tidak lancar. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga bahan pokok karena biaya pengangkutan meningkat.

“Karena jalur utama tidak bisa dilewati, ongkos distribusi otomatis naik. Dampaknya langsung terasa di harga barang di masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai jalur distribusi logistik, jalan poros tersebut juga digunakan warga untuk aktivitas harian, mulai dari mobilitas pelajar menuju sekolah hingga akses pelayanan pemerintahan di Kecamatan Kenohan.

Saimansyah menambahkan, warga masih bisa menggunakan jalur alternatif melalui RT Buaq atau jalan perusahaan PT TPS menuju Kecamatan Kembang Janggut. Alternatif lainnya adalah menggunakan transportasi air menuju Kecamatan Kenohan.

Namun, jalur pengganti tersebut dinilai kurang efektif karena memerlukan waktu tempuh lebih lama dan biaya tambahan. “Sebagian besar warga Teluk Bingkai berbelanja ke Kembang Janggut, sementara urusan sekolah dan pelayanan pemerintahan berada di Kenohan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jalan yang terdampak banjir saat ini masih berstatus sebagai jalan perusahaan. Meski demikian, pemerintah desa bersama pihak perusahaan telah melakukan penanganan sementara dengan menurunkan alat berat berupa ekskavator.

Sebagai solusi sementara, warga pengguna kendaraan roda dua memanfaatkan jasa perahu atau ketinting untuk menyeberang, dengan tarif sekitar Rp50.000 sekali perjalanan.

Foto : Ist (FB)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?