Bebaca.id, Tangerang Selatan — Kebakaran hebat melanda gudang bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Senin (9/2/2026) dini hari. Insiden tersebut tak hanya menimbulkan kerugian materi hingga miliaran rupiah, tetapi juga mencemari aliran Kali Jaletreng hingga Sungai Cisadane dan menyebabkan ribuan ikan mati keracunan.
Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 04.30 WIB. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangsel, Omay Komarudin, menyebut besarnya kobaran dipicu material kimia mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang.
Sebanyak 16 unit mobil pemadam dan 70 personel dikerahkan untuk menjinakkan api. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Dampak serius muncul saat sekitar lima ton insektisida diduga tumpah dan hanyut ke sistem drainase saat proses pemadaman. Limbah kimia tersebut kemudian mengalir ke Kali Jaletreng dan bermuara ke Sungai Cisadane.
Akibatnya, air sungai tercemar dan menyebabkan biota air mati mendadak. Ribuan ikan terlihat mengapung di permukaan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang telah mengambil sampel air untuk uji laboratorium dan mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi ikan dari sungai tersebut.
Pencemaran juga berdampak pada layanan air bersih. Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang dan PDAM setempat sempat menghentikan distribusi air karena air baku terindikasi bau menyengat, berminyak, dan mengandung bahan kimia.
BPBD Kota Tangerang pun mengeluarkan peringatan agar warga menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane sampai kondisi benar-benar aman.



