Bebaca.id, Jakarta — Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menabung dan berinvestasi dinilai masih perlu terus diperkuat. Meski sebagian orang mengalami peningkatan penghasilan, tidak sedikit yang tetap mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan secara sehat.
Kondisi ini sering terjadi karena kenaikan pendapatan tidak diikuti dengan pengelolaan keuangan yang tepat. Akibatnya, aset maupun tabungan tidak ikut bertumbuh meskipun penghasilan meningkat.
Topik tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam PRIMA Talkshow dan Media Gathering Pegadaian dan Jaringan PRIMA bertajuk “Cerdas Investasi, Finansial Pasti” yang digelar di Pegadaian Tower, Jakarta Pusat.
Dalam acara tersebut, perencana keuangan Melvin Mumpuni menjelaskan ada tiga pola umum yang sering membuat masyarakat sulit mencapai kestabilan finansial.
“Mayoritas orang Indonesia menghadapi tiga masalah keuangan utama. Pertama, semakin besar penghasilan, justru pengeluaran ikut semakin besar. Kedua, ketika penghasilan meningkat, cicilan juga ikut bertambah. Dan ketiga, ironisnya tabungan justru semakin kecil. Hal ini terjadi karena banyak orang menabung dari sisa pengeluaran, bukan menyisihkan di awal,” jelas Melvin dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, kebiasaan menabung seharusnya dilakukan sejak awal menerima penghasilan, bukan menunggu sisa uang setelah seluruh kebutuhan terpenuhi.
Melvin menilai langkah sederhana tersebut menjadi fondasi penting sebelum seseorang mulai berinvestasi untuk membangun kestabilan finansial jangka panjang.
Investasi Emas Digital Lebih Mudah Diakses
Selain membangun kebiasaan menabung, perkembangan teknologi finansial juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi secara bertahap, termasuk melalui emas digital.
Melvin menjelaskan bahwa investasi emas kini tidak lagi harus dilakukan dengan pembelian dalam jumlah besar seperti sebelumnya.
“Dulu ketika saya mengumpulkan uang untuk membeli emas 25 gram, harga emas sudah naik sebelum uangnya terkumpul. Dengan emas digital, masyarakat bisa membeli sedikit demi sedikit. Bahkan dengan Rp100.000 sudah bisa mulai mengumpulkan emas, sehingga target investasi dapat tercapai lebih cepat,” ujarnya.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menuturkan bahwa emas telah lama menjadi salah satu instrumen investasi yang dipercaya masyarakat Indonesia.
Ia mengatakan kebiasaan membeli emas sebenarnya sudah dilakukan sejak lama oleh generasi sebelumnya sebagai bentuk penyimpanan nilai.
“Sejak dulu orang tua kita sudah terbiasa menyisihkan penghasilan untuk membeli emas. Tidak heran jika generasi berikutnya sering mewarisi emas sebagai aset keluarga. Tantangannya saat ini adalah bagaimana membuat investasi emas tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di era digital,” ujar Yos.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pegadaian menghadirkan layanan investasi emas digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat membeli emas dengan nominal yang lebih fleksibel serta memantau harga emas secara real-time.
“Melalui Tring!, masyarakat dapat membeli emas digital dengan nominal yang fleksibel, melakukan transaksi dengan mudah dan aman, serta memantau harga emas secara real-time. Layanan ini juga terintegrasi dengan ekosistem digital sehingga memudahkan pengguna dalam bertransaksi kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.
Aplikasi Tring! juga menyediakan berbagai fitur layanan seperti tabungan emas, cicil emas, gadai emas, hingga deposito emas yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan jangka panjang.
Disiplin Jadi Kunci Investasi
Sementara itu, SEVP Marketing PT Rintis Sejahtera, Robby Sutisna, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan investasi tetap berawal dari kebiasaan menabung secara disiplin.
Ia menambahkan dukungan ekosistem pembayaran digital dari Jaringan PRIMA memungkinkan layanan investasi emas digital dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Kami juga menambahkan fitur layanan pembayaran digital yang dimiliki Jaringan PRIMA ke dalam aplikasi Tring! sehingga dapat melengkapi layanan bisnis Tring! yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Pegadaian,” jelas Robby.
Ia memastikan seluruh transaksi melalui jaringan tersebut dipantau secara real-time selama 24 jam serta dilengkapi sistem deteksi risiko guna menjaga keamanan transaksi pengguna.
Dengan kemudahan teknologi serta akses investasi yang semakin fleksibel, Pegadaian berharap masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan menabung sejak dini dan menjadikan investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan.



