Bebaca.id, TENGGARONG – Kabar mengenai lonjakan harga ayam potong yang disebut-sebut mencapai Rp90 ribu per kilogram (kg) menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 dipastikan tidak benar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga ayam di Pasar Mangkurawang tidak pernah menyentuh angka tersebut. Saat puncak Lebaran, harga tercatat berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kg.
Memasuki hari kelima setelah Idulfitri, harga bahkan mulai menunjukkan tren penurunan dan berada di sekitar Rp46 ribu per kg.
Seorang pedagang ayam di Pasar Mangkurawang, Rahmat, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan di pasaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa harga tertinggi di pasar tersebut tidak pernah mencapai Rp90 ribu per kg.
“Paling tinggi di sini Rp50 ribu. Memang sempat ada kabar di luar yang menyebut sampai Rp90 ribu, tapi di pasar ini tidak seperti itu,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, harga mulai berangsur turun seiring pasokan yang kembali bertambah setelah Lebaran. Namun, kondisi harga masih bersifat fluktuatif tergantung ketersediaan stok dari pemasok.
“Kalau pasokan sudah banyak, harga biasanya ikut turun. Tapi kalau masih terbatas, kemungkinan bisa naik lagi,” jelasnya.
Para pedagang juga menyebutkan bahwa keterbatasan pasokan sempat menjadi faktor utama kenaikan harga. Bahkan, mereka harus bersaing untuk mendapatkan stok ayam dari distributor.
“Waktu itu barang memang sulit didapat, jadi harus berebut. Begitu pasokan lancar, harga langsung turun,” katanya.
Sebagai perbandingan, pada kondisi normal harga ayam potong berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp37 ribu per kg. Saat ini, pedagang masih berupaya menjaga ketersediaan barang di tengah permintaan yang belum sepenuhnya stabil.



