Bebaca.id, TENGGARONG – Momentum libur Lebaran dimanfaatkan sejumlah warga untuk berwisata edukasi, salah satunya dengan mengunjungi Museum Mulawarman di Tenggarong guna mengenalkan sejarah daerah kepada generasi muda.
Edi, warga Balikpapan, menjadi salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Kalimantan Timur kepada cucu-cucunya.
Edi menuturkan, kunjungan tersebut sengaja direncanakan sebagai bagian dari wisata edukasi keluarga. Ia ingin cucu-cucunya memahami warisan budaya serta sejarah Kalimantan Timur, termasuk keberadaan kerajaan yang pernah berjaya di wilayah tersebut.
“Saya ingin mereka tahu bahwa Kalimantan Timur juga memiliki sejarah kerajaan, seperti halnya di Jawa. Ini penting untuk diketahui sejak dini,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Edi berangkat dari Balikpapan pada pagi hari, sempat singgah di Samarinda, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tenggarong. Ia menyebut kunjungan kali ini terasa lebih bermakna dibanding sebelumnya.
Menurutnya, terakhir kali ia mengunjungi museum tersebut sekitar lima tahun lalu, saat dirinya belum memiliki cucu. Kini, pengalaman tersebut menjadi lebih spesial karena dapat dibagikan bersama generasi penerus keluarganya.
“Dulu saya pernah ke sini, tapi sekarang berbeda karena sudah ada cucu. Jadi saya ajak mereka agar lebih mengenal sejarah kita,” katanya.
Selama berada di museum, Edi dan keluarga menyempatkan diri melihat berbagai koleksi, termasuk silsilah Sultan Kutai Kartanegara dari masa awal hingga terakhir. Ia juga menilai kondisi museum saat ini cukup terawat, bersih, dan nyaman dikunjungi.
Edi turut mengapresiasi upaya pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam menjaga keberlangsungan museum sebagai salah satu aset sejarah.
“Perawatannya sudah baik, tentu ini bukan hal mudah. Di tengah kondisi generasi muda yang mulai melupakan sejarah, keberadaan museum sangat penting untuk mengingatkan mereka akan jasa para leluhur,” tuturnya.
Ia berharap Museum Mulawarman dapat terus dipelihara dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda di Kalimantan Timur.



