Bebaca.id, Jakarta – Pemerintah pusat mendorong percepatan pendataan kerusakan rumah akibat bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Langkah ini dinilai penting agar penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dapat segera direalisasikan.
Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa data klasifikasi kerusakan menjadi dasar utama dalam pemberian bantuan.
“Kalau seandainya enggak ada klasifikasi ringan, sedang, berat tadi, dana bantuan enggak bisa disalurkan,” ujarnya saat meninjau hunian tetap di Kecamatan Pinangsori, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan bahwa bantuan diberikan sesuai tingkat kerusakan. Untuk kategori ringan, masyarakat berhak menerima Rp15 juta, sedangkan kerusakan sedang mendapat Rp30 juta.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan melalui Kementerian Sosial. Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup harian, bantuan perabot rumah tangga, serta bantuan ekonomi bagi korban.
Untuk mempercepat proses, Tito menginstruksikan pemerintah daerah membentuk tim khusus pendataan. Tim ini melibatkan BPBD, Dinas Sosial, Dukcapil, serta didampingi Badan Pusat Statistik.
Pendataan diminta dilakukan langsung di lapangan dengan target penyelesaian dalam waktu satu minggu. Dukungan anggaran juga ditekankan agar proses berjalan efektif.
“Ini adalah situasi bencana, jangan sampai masyarakat menjadi korban,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah tegas terhadap pihak yang menghambat proses percepatan. Kepala daerah diminta tidak ragu melakukan evaluasi terhadap jajarannya.
Sementara itu, pembangunan fisik seperti hunian tetap masih menunggu kelengkapan data serta penyediaan lahan yang sah dari pemerintah daerah. Pemerintah pusat memastikan kesiapan bantuan akan segera direalisasikan setelah syarat terpenuhi.



