Illust Poster

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Usai Gempa Besar

Bebaca.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut termasuk dalam kategori megathrust.

Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan bahwa episenter gempa berada di koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT. Kedalaman gempa tercatat sekitar 33 kilometer di bawah permukaan laut.

Menurut Rahmat, gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Maluku. “Kalau melihat kedalamannya cukup dangkal, 33 km, kalau kategori megathrust itu kan sampe kedalamannya sekitar puluhan kilometer, ini dangkal, di laut, dan ini termasuk megathrust ya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan naik atau thrust. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan deformasi dasar laut.

Anggota Pusat Studi Gempa Nasional Daryono menyebut kawasan Laut Maluku merupakan salah satu zona tektonik paling kompleks di dunia. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem subduksi ganda yang saling menekan.

“Mekanisme inilah yang paling efektif dalam mengangkat dasar laut secara tiba-tiba, sehingga berpotensi memicu tsunami,” ujar Daryono.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa ini sempat memicu tsunami kecil di dua wilayah. Ketinggian gelombang tercatat 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung.

“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” demikian pernyataan BNPB.

BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada. Warga diminta menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi bahwa kondisi telah aman.

Selain itu, hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan. Keduanya masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 dan 5,2, serta tidak berpotensi tsunami.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?