Bebaca.id, Jakarta – Upaya penyelundupan narkotika kembali berhasil digagalkan aparat keamanan bandara. Seorang perempuan lanjut usia asal Samarinda diamankan saat membawa sabu dalam jumlah besar. Penangkapan ini terjadi di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit pada Jumat (10/4/2026). Pelaku diketahui berinisial I alias Yani (63).
Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan seorang pria berinisial MAA alias Ali (38) yang diduga merupakan rekan pelaku. Keduanya saat itu tengah bersiap melakukan perjalanan udara menuju Samarinda. Rute penerbangan yang direncanakan diketahui melalui transit di Bandara Soekarno-Hatta. Keberangkatan mereka akhirnya batal setelah terdeteksi adanya barang mencurigakan.
Kecurigaan petugas Avsec bermula saat proses pemeriksaan keamanan terhadap barang bawaan penumpang. Tas milik pelaku menunjukkan indikasi tidak wajar saat diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan paket narkotika yang disembunyikan dengan rapi. Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.
Dari hasil penggeledahan, total sabu yang diamankan mencapai sekitar 2 kilogram. Nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Barang bukti kemudian diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kedua pelaku pun langsung dibawa untuk diperiksa intensif.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui tujuan pengiriman narkotika tersebut. Mereka menyebut sabu itu akan dibawa ke Samarinda untuk diedarkan. Dugaan ini memperkuat indikasi adanya jaringan peredaran narkoba lintas daerah. Aparat kini terus mendalami keterlibatan pihak lain.
Penyidik menduga peran Yani tidak hanya sebagai kurir biasa. Ada indikasi kuat bahwa ia merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar. Polisi juga tengah memburu seorang sosok berinisial A yang diduga sebagai pemasok utama. Pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap jaringan secara menyeluruh.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan pelaku dari kalangan lanjut usia. Aparat menilai jaringan narkoba terus mencari celah dengan berbagai modus baru. Bahkan, kelompok yang dianggap tidak terduga pun kini dilibatkan. Hal ini menunjukkan kompleksitas peredaran narkotika yang semakin meningkat.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Penyelidikan akan terus dikembangkan hingga seluruh jaringan terungkap. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi semua pihak.



