surat edaran sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 2026.

Pemkab Kukar Terbitkan Edaran Antisipasi Dampak El Nino 2026

Bebaca.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menerbitkan surat edaran sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 2026.

Edaran dengan nomor B–781/BPBD/300.2.1/04/2026 tersebut ditujukan kepada seluruh organisasi perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa, hingga masyarakat umum. Langkah ini diambil menyusul informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait adanya anomali suhu muka laut kategori ekstrem, yang berpotensi memicu musim kering berkepanjangan serta peningkatan suhu udara di Kalimantan Timur, termasuk wilayah Kukar.

Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut berisiko menimbulkan sejumlah dampak, seperti krisis air bersih dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi sejak dini.

Dalam surat edaran tersebut, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah karhutla. Selain itu, patroli terpadu yang melibatkan TNI, Polri, dan relawan akan diperkuat, terutama di daerah yang rawan munculnya titik panas.

Pemkab Kukar juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta media. Upaya pencegahan lainnya meliputi pembasahan lahan gambut dan penyediaan sarana pendukung penanggulangan kebakaran, seperti pompa air, sekat kanal, serta menara pemantau.

Di sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan. Pengelolaan sumber air seperti sungai dan danau juga diminta dioptimalkan, disertai ajakan kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air.

Sementara itu, dari sisi kesehatan, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai dampak suhu ekstrem, termasuk risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan dehidrasi. Fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas, diminta siaga untuk mengantisipasi peningkatan kasus.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api atau mengalami krisis air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dengan menyertakan identitas, lokasi, dan dokumentasi pendukung.

Melalui edaran ini, Pemkab Kukar berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menghadapi potensi dampak El Nino, guna menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga.

Penulis: SultanAL

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?