Bebaca.id, Tengggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meninjau posko bantuan dan dapur umum bagi warga terdampak kebakaran di Jalan Alimuddin, Tenggarong. Dalam kunjungan tersebut, Aulia menyerahkan bantuan sekaligus berdialog dengan korban untuk mengetahui kebutuhan mereka selama masa pemulihan.
Aulia menyebut kebakaran tersebut menimbulkan dampak cukup besar bagi masyarakat. Bahkan, ia menilai peristiwa itu termasuk salah satu kebakaran terbesar yang pernah terjadi di wilayah Kukar.
“Memang korbannya cukup banyak. Ini termasuk salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara,” kata Aulia.
Besarnya dampak kejadian membuat penanganan korban membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan masyarakat dan relawan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Aulia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang turut menyalurkan bantuan sejak kejadian berlangsung. Menurutnya, dukungan tersebut membantu pemerintah meringankan beban korban selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
“Kami dari pemerintah daerah berusaha bagaimana meringankan beban korban yang terdampak kebakaran ini dengan bekerja sama dengan seluruh masyarakat. Alhamdulillah, respons bantuan dari masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada personel pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, pemerintah kecamatan, serta jajaran kelurahan yang terlibat dalam penanganan sejak awal kejadian.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Damkar, BPBD, seluruh relawan, pemerintah kecamatan, dan teman-teman kelurahan yang sejak awal terjadinya kebakaran sudah turun aktif membantu masyarakat,” katanya.
Menurut Aulia, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bukti pentingnya kerja sama dalam membantu warga menghadapi situasi darurat. Kehadiran petugas dan relawan tidak hanya mendukung penyaluran bantuan, tetapi juga membantu memastikan kebutuhan korban teridentifikasi.
Saat meninjau lokasi, Aulia berbincang langsung dengan sejumlah warga terdampak untuk mengetahui kondisi mereka dan kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Pemerintah daerah menggunakan informasi dari para korban sebagai bahan pertimbangan dalam penyaluran bantuan.
“Beberapa korban menyampaikan terkait proses pemulihan yang harus dilakukan dan menyampaikan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat saat ini,” ujarnya.
Aulia menegaskan, penanganan pascakebakaran perlu memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara langsung. Posko bantuan dan dapur umum menjadi bagian dari pelayanan bagi warga selama proses pemulihan berlangsung.
“Mereka memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar berharap pemulihan pascakebakaran dapat berjalan cepat sehingga warga terdampak bisa kembali menjalani aktivitas secara bertahap. Koordinasi dengan relawan dan berbagai unsur terkait juga menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap mendapat perhatian selama masa pemulihan.



