Situasi di lokasi kebakaran setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas.

Kebakaran di Gang Karya Tenggarong Tewaskan Dua Anak, 11 Bangunan Hangus

Bebaca.id, TENGGARONG – Kebakaran melanda permukiman di Jalan Kartini Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) menjelang tengah malam. Peristiwa tersebut menghanguskan 11 bangunan, berdampak pada SDN 021 Tenggarong, serta menewaskan dua anak berusia 7 tahun dan 3 tahun.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.50 WITA. Kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya, yang sebagian besar terbuat dari kayu. Seorang pria dewasa juga mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan kedua anaknya dari dalam rumah.

Berdasarkan keterangan saksi dalam laporan awal Polsek Tenggarong, kebakaran diketahui setelah seorang warga dibangunkan tetangganya yang memberitahukan adanya api di rumah Hamri Noor.

Saat tiba di lokasi, saksi melihat meteran listrik rumah tersebut terbakar. Ia kemudian berusaha memadamkan api menggunakan air dalam ember.

Di tengah upaya tersebut, istri Hamri berteriak meminta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah. Hamri berusaha mencari dan menyelamatkan keduanya, tetapi upaya tersebut tidak berhasil.

Hamri akhirnya keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar. Sementara itu, api terus membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pencarian dan evakuasi. Kedua anak tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 03.28 WITA, Rabu (14/10/2026).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut. Petugas bersama relawan berjibaku memadamkan api hingga berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.35 WITA.

Menurut Fida, kondisi permukiman menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Gang yang sempit dan bangunan yang berdempetan menyulitkan petugas menjangkau titik api. Ketersediaan sumber air juga menjadi faktor penting selama penanganan berlangsung.

“Kalau sumber air tersedia, kami berupaya masuk ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Kami berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujar Fida.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, menyebut kebakaran berdampak pada wilayah RT 61 dan RT 26. Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan terbanyak berada di RT 61.

“Dampak terbanyak sementara berada di RT 61, dengan perkiraan sekitar delapan bangunan. Namun, kami belum mendapatkan data terperinci mengenai jumlah jiwa dan kepala keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Di wilayah RT 26, pendataan awal kecamatan mencatat satu rumah terdampak langsung dan tiga bangunan lainnya terkena imbas. Selain permukiman warga, SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta juga dilaporkan terdampak.

Isnaniah mengatakan pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan jumlah bangunan yang mengalami kerusakan serta warga yang terdampak. Pemerintah kecamatan juga berupaya memastikan kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal.

“Langkah pertama adalah mendata jumlah bangunan yang terdampak dan memastikan kondisi seluruh warga, termasuk memastikan tidak ada keluarga yang terlantar malam ini,” kata Isnaniah.

Pihak kecamatan mempertimbangkan penyediaan tempat penampungan sementara di balai apabila terdapat warga yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal untuk berlindung. Pendataan juga dilakukan agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Di sisi lain, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Laporan awal kepolisian menyebut api diduga bermula dari meteran listrik di rumah Hamri yang terlihat terbakar sebelum merambat ke bangunan di sekitarnya. Namun, dugaan gangguan listrik tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Isnaniah menegaskan bahwa kesimpulan mengenai sumber api harus menunggu pemeriksaan petugas berwenang.

“Kami tidak bisa menyimpulkan sumber api sebelum tim Inafis datang dan melakukan pemeriksaan. Penyebab kebakaran harus menunggu hasil pemeriksaan pihak yang berwenang,” tegasnya.

Polsek Tenggarong telah melakukan penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Berdasarkan laporan awal kepolisian, kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Kebakaran tersebut meninggalkan duka bagi keluarga korban sekaligus menyebabkan kerusakan pada permukiman warga. Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait kini melanjutkan pendataan dan penanganan warga terdampak, sementara Unit Inafis Satreskrim Polres Kukar masih mendalami penyebab pasti kebakaran.(*adv/diskominfo)

Editor : Reihan Noor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?