armada Kukar akan didominasi oleh 14 petarung di kategori kyorugi, yang terdiri atas 10 atlet putra dan empat putri.

16 Atlet Taekwondo Kukar Siap Bertarung Rebut Empat Emas di Paser

Bebaca.id, Tenggarong – Cabang olahraga (cabor) taekwondo Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menatap ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) VIII 2026 dengan tingkat optimisme tinggi. Menjelang pertarungan yang akan dipusatkan di Kabupaten Paser pada 14 hingga 27 November mendatang, kontingen bela diri ini mematok target ambisius untuk mengamankan setidaknya empat keping medali emas.

Target medali emas tersebut dipikul oleh 16 atlet pilihan yang telah dipersiapkan secara khusus untuk berlaga di dua kategori utama, yakni kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus).

Pelatih Cabor Taekwondo Kukar, Aditya Maulana, menilai bahwa patokan empat medali emas tersebut merupakan kalkulasi yang sangat realistis apabila mengacu pada kematangan persiapan serta komposisi atlet yang diturunkan.

“Kalau target itu realistis, kita targetnya empat emas,” kata Aditya, Jumat (30/10/2026).

Secara rincian, kekuatan armada Kukar akan didominasi oleh 14 petarung di kategori kyorugi, yang terdiri atas 10 atlet putra dan empat putri. Sementara itu, dua ksatria lainnya akan berfokus menunjukkan keindahan dan ketepatan teknik pada kategori poomsae, yang masing-masing diisi oleh satu atlet putra dan satu putri.

Demi merealisasikan target tersebut, langkah persiapan nyatanya telah dikebut sejak awal tahun. Aditya mengungkapkan bahwa program pemusatan latihan mandiri atau training camp (TC) telah digulirkan secara intensif sejak enam bulan lalu, dengan mengambil titik pemusatan di kawasan Tenggarong Seberang.

Strategi pembinaan tim ini turut ditopang melalui dua jalur pengembangan. Terdapat dua atlet potensial yang saat ini terus diasah kemampuannya di bawah naungan Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim, sementara belasan atlet lainnya digembleng langsung oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Kukar.

“Pembinaannya terbagi dua, karena ada dua atlet kita di bawah binaan SKOI, nah sisanya di bawah binaan Pengcab. Latihannya TC mandiri yang dilaksanakan di Tenggarong Seberang,” jelasnya.

Menariknya, skuad taekwondo Kukar kali ini mengkombinasikan daya ledak antara atlet senior yang telah malang melintang di kejuaraan nasional maupun internasional, dengan deretan atlet muda yang tengah mekar. Menurut Aditya, perpaduan ini murni bagian dari strategi regenerasi jangka panjang. Kompetisi tidak sekadar dipandang sebagai ladang perburuan medali, melainkan kawah candradimuka untuk mengasah insting dan menambah jam terbang petarung muda.

“Ada beberapa yang senior yang telah terjun di event-event nasional maupun internasional, ada juga yang pembibitan baru mulai naik. Yang kita terjunkan itu untuk menambah jam terbang mereka,” ujarnya.

Walaupun saat ini konsentrasi tim tercurah penuh pada arena Porprov, Aditya tak lupa menitipkan harapan agar atensi pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet tidak mengendur. Ia sangat memaklumi dinamika efisiensi anggaran yang tengah melanda daerah, namun menurutnya dukungan moral dan kelayakan fasilitas tetap menjadi nyawa bagi kelangsungan prestasi atlet.

“Tentu harapannya kita dengan adanya efisiensi yang melanda semua daerah, dukungan pemerintah terutama. Tapi tetap kita syukuri tadi seperti barusan disampaikan Bapak Bupati, bonusnya sama dengan tahun sebelumnya, mudah-mudahan ada peningkatan,” tuturnya.

Selain kepastian apresiasi bonus, peningkatan kualitas fasilitas sarana dan prasarana latihan sangat didambakan. Infrastruktur yang memadai dipandang sebagai investasi paling masuk akal agar para atlet mampu terus menembus batas kemampuan terbaiknya di masa depan.

“Yang berikutnya tentu fasilitas, mudah-mudahan ke depannya fasilitas olahraga bisa lebih baik lagi, karena itu modal utama kita untuk meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.

Aditya meyakini bahwa segala keterbatasan yang ada tidak akan mampu menyurutkan nyali pasukannya. Ia percaya diri anak asuhnya sanggup berbicara banyak dalam perolehan medali nanti.

“Kita optimis, mudah-mudahan bisa berada di posisi 3 besar urutan kabupaten kota,” pungkasnya.

Pada akhirnya, rentetan persiapan panjang dan tetesan keringat selama masa pemusatan latihan diharapkan mampu terbayar lunas dengan prestasi gemilang di atas matras pertandingan nanti. Melalui kombinasi petarung senior yang sarat pengalaman dan daya juang petarung muda yang pantang menyerah, kontingen taekwondo Kukar bertekad mengukir sejarah demi mempertahankan marwah kejayaan olahraga Kutai Kartanegara di level provinsi.

(*adv/diskominfo)

Editor : Reihan Noor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?