Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) III, Madinah, memperjuangkan bantuan satu set perangkat sound system bagi kelompok musik di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu.

Dari Aspirasi Menuju Aksi, Madinah Anggota DPRD Kukar Dukung Pengembangan Kelompok Seni

Bebaca.id, MARANGKAYU – Pengembangan seni dan kreativitas masyarakat membutuhkan ruang, kesempatan, serta dukungan fasilitas yang memadai. Berangkat dari perhatian tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) III, Madinah, memperjuangkan bantuan satu set perangkat sound system bagi kelompok musik di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap tumbuhnya aktivitas seni dan kreativitas masyarakat di tingkat desa. Lebih dari sekadar fasilitas penunjang bermusik, keberadaan perangkat tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi, menyalurkan bakat, serta membangun kegiatan produktif yang memiliki nilai sosial maupun ekonomi.

Madinah mengungkapkan rasa bangga sekaligus harunya karena aspirasi yang telah disampaikan masyarakat sejak lama akhirnya dapat direalisasikan. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hasil dari proses perjuangan aspirasi yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pengajuan secara langsung kepada dirinya sebagai wakil rakyat.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan terharu karena aspirasi masyarakat yang sudah cukup lama disampaikan akhirnya bisa direalisasikan. Usulan ini sebelumnya telah disampaikan melalui Musrenbang maupun secara langsung kepada kami. Sebagai anggota DPRD, tentu kami berupaya mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar bisa diwujudkan menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ujar Madinah.

Anggota DPRD yang bertugas di Komisi II tersebut menilai bahwa kelompok seni memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Seni bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk membangun kreativitas, mempererat hubungan sosial, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok seni perlu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Sebab, apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik, aktivitas seni juga memiliki peluang untuk tumbuh menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saya memiliki perhatian terhadap kelompok-kelompok seni dan kreativitas masyarakat. Mereka juga membutuhkan dukungan dan fasilitas agar bisa terus berkembang. Jangan sampai potensi yang dimiliki masyarakat tidak bisa tumbuh hanya karena keterbatasan sarana. Kita ingin kegiatan seni seperti ini tetap hidup, anak-anak muda memiliki ruang untuk berkarya, dan ke depan bahkan bisa berkembang menjadi aktivitas yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Madinah juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama-sama, dirawat, dan dikembangkan sehingga keberadaan kelompok musik tidak hanya aktif untuk kepentingan internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia menambahkan, di tengah beragam tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, kegiatan positif seperti seni dan musik dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun lingkungan yang lebih produktif. Dengan tersedianya ruang berekspresi, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyalurkan minat dan energi melalui kegiatan yang kreatif dan bermanfaat.

Sementara itu, Ketua kelompok musik, Adi Wahyudianto, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diperjuangkan Madinah. Ia mengaku bantuan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi baru bagi seluruh anggota kelompok untuk terus mengembangkan kegiatan bermusik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Madinah yang sudah memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan kelompok kami. Tentu kami merasa bangga karena aspirasi yang selama ini kami sampaikan akhirnya bisa direalisasikan. Bantuan ini sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkegiatan serta mengembangkan kemampuan di bidang musik,” ungkap Adi Wahyudianto.

Ia berharap perhatian terhadap kelompok seni dan kegiatan masyarakat dapat terus berlanjut. Menurutnya, dukungan fasilitas seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.

Realisasi bantuan tersebut juga sejalan dengan semangat pembangunan daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik, yang mendorong penguatan kapasitas masyarakat serta pengembangan potensi lokal. Pembangunan, dalam konteks ini, tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga bagaimana pemerintah memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas, aktivitas sosial, dan potensi ekonomi masyarakat.

Madinah menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Pemerintah memiliki peran dalam menghadirkan kebijakan dan program, DPRD memperjuangkan aspirasi melalui fungsi yang dimilikinya, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sekaligus keberlanjutan pembangunan.

“Harapan saya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat semakin kuat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus terus kita dengarkan dan perjuangkan. Kita ingin setiap potensi yang ada di desa mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk berkembang. Karena pembangunan bukan hanya tentang apa yang dibangun pemerintah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat diberi ruang untuk tumbuh, berkarya, dan menjadi lebih mandiri,” tutup Madinah.

Melalui dukungan tersebut, diharapkan kegiatan seni dan kreativitas masyarakat di Desa Makarti semakin berkembang. Pada akhirnya, dukungan terhadap kelompok seni bukan hanya tentang memberikan fasilitas, melainkan juga tentang menjaga ruang ekspresi, merawat potensi lokal, dan membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif dari desa.(*adv)

Editor : Reihan Noor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?