BBGRM 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Antarwilayah di Kukar

bebaca.id, TENGGARONG – Menyambut pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah bersiap menjadikan kegiatan ini sebagai momentum penguatan kolaborasi antarwilayah. Acara ini direncanakan berlangsung pada Mei 2025, dengan Kecamatan Kota Bangun sebagai tuan rumah yang telah disepakati bersama.

BBGRM merupakan agenda tahunan yang bertujuan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Namun tahun ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar menekankan pentingnya menjadikan BBGRM sebagai ruang strategis membangun sinergi lintas kecamatan. Setiap wilayah diminta tidak hanya hadir secara administratif, tetapi aktif menunjukkan partisipasi nyata.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyatakan bahwa BBGRM 2025 bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah penyatuan visi antarwilayah dalam pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat desa. “Kami ingin BBGRM ini menjadi ajang kolaboratif antarkecamatan dalam menyamakan tujuan dan menguatkan kebersamaan,” ungkapnya, Senin (13/05).

Rangkaian kegiatan yang akan digelar mencakup berbagai perlombaan, pameran produk unggulan desa, hingga pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal. Kegiatan ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat sekaligus memperlihatkan hasil nyata dari semangat gotong royong yang telah diterapkan di masing-masing wilayah.

Selain sebagai ajang partisipatif, BBGRM juga menjadi momen evaluasi pelaksanaan program gotong royong yang didukung anggaran desa. Diketahui bahwa setiap Rukun Tetangga (RT) di Kukar mendapatkan alokasi dana sebesar Rp50 juta, dengan kewajiban minimal 15 persen dari dana tersebut digunakan khusus untuk kegiatan gotong royong.

Arianto menambahkan, laporan dari masing-masing wilayah terkait penggunaan dana akan menjadi dasar penilaian pemerintah dalam menentukan efektivitas program. “Kami akan menilai pelaksanaan dan dampaknya. Wilayah yang menjalankan kegiatan dengan baik tentu akan mendapat apresiasi,” jelasnya.

Melalui BBGRM 2025, Pemkab Kukar berharap lahirnya inovasi, penguatan solidaritas sosial, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Dengan kolaborasi sebagai fondasi utama, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik balik dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kecamatan Kota Bangun pun siap menyambut kegiatan ini dengan berbagai persiapan teknis maupun koordinasi lintas perangkat desa. Pemerintah kecamatan bersama DPMD menargetkan BBGRM 2025 tidak hanya sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga berkesan secara substansi.

Penulis: Yusuf S A

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?