(Kadis DPMD Kukar)

Strategi Pembangunan Jangka Panjang, DPMD Kukar Perkuat Dasar Tata Kelola Desa

Bebaca.id, TENGGARONG – Mewujudkan desa yang maju dan mandiri tidak hanya membutuhkan dana dan program, tetapi juga fondasi perencanaan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor. Hal ini menjadi salah satu arah kebijakan yang kini diusung oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara dalam mempercepat kemajuan desa.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menilai bahwa indikator dalam Indeks Desa (ID) menjadi alat penting untuk mengukur sejauh mana tata kelola dan pembangunan desa berjalan sesuai prinsip efektivitas dan keberlanjutan. Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya penguasaan indikator ini oleh aparatur desa.

“Penting bagi desa untuk memahami indikator ini secara komprehensif, agar arah pembangunan lebih terarah, efisien, dan tidak saling tumpang tindih,” ujar Arianto, Jumat (09/05).

Upaya pemahaman itu diterjemahkan ke dalam bentuk pembinaan dan pendampingan langsung ke desa-desa. Tidak hanya sebatas penyuluhan administratif, DPMD juga menekankan penerapan indikator di lapangan, seperti sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan tata kelola.

Arianto menambahkan bahwa desa juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, misalnya melalui pengaktifan Posyandu dan peningkatan mutu layanan PAUD. Dua sektor ini dianggap sebagai pilar dasar pembangunan sumber daya manusia desa sejak dini.

Untuk mendukung ketercapaian indikator ID secara maksimal, DPMD menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain sebagai mitra strategis atau yang disebut Supra Desa. Melalui kerja sama ini, desa dapat memperoleh bantuan teknis maupun pembangunan infrastruktur yang berada di luar wewenang DPMD.

“Kolaborasi ini penting agar desa tidak terbebani sendiri, namun tetap berada dalam semangat gotong royong lintas sektor,” tegas Arianto.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menyeluruh DPMD dalam mendorong transformasi desa secara terstruktur. Tujuannya tak hanya menaikkan status desa, melainkan juga membentuk sistem pemerintahan desa yang responsif, adaptif, dan berdaya saing.

“Pemenuhan indikator ID adalah bentuk investasi jangka panjang demi masa depan desa yang lebih baik,” tutupnya. (Adv)

Penulis : Rachaddian (dion)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?