Bebaca.id, Kutai Kartanegara – Ajang Bejaguran Entertainment 2025 siap kembali digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara pada 20–21 Juni mendatang di Taman Tanjong, Tenggarong. Kegiatan ini mengangkat kembali tradisi lokal yang sarat nilai budaya dan semangat sportivitas dalam format kompetisi modern.
Bejaguran, permainan tradisional khas Kutai yang berarti ‘berkelahi’ dalam konteks simbolis, kini dikembangkan menjadi ajang adu ketangkasan pemuda. Kompetisi ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang melestarikan kearifan lokal yang hampir terlupakan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkenalkan kembali budaya kepada generasi muda. “Kami ingin menjadikan Bejaguran sebagai ruang edukatif, bukan sekadar hiburan. Ada nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, dan saling menghargai yang ditanamkan di dalamnya,” ucapnya, Kamis (22/5/2025).
Selain menjadi sarana pembinaan karakter, ajang ini juga diproyeksikan sebagai magnet wisata baru di Kukar. Taman Tanjong dinilai sebagai lokasi ideal karena strategis dan representatif sebagai ruang publik yang menghidupkan budaya.
“Target kami jelas, Taman Tanjong akan kami dorong sebagai pusat kegiatan pemuda dan promosi budaya lokal,” tambahnya.
Bejaguran juga dikemas inklusif, terbuka bagi semua kalangan yang ingin mencoba. Dengan standar keamanan yang telah dipersiapkan dan pendampingan wasit profesional, siapa pun yang memenuhi syarat bisa ikut berlaga di ring Bejaguran.
Dispora Kukar juga menilai bahwa kegiatan ini efektif sebagai alternatif penyelesaian konflik di kalangan remaja. “Daripada mereka adu jotos di jalan, lebih baik kami fasilitasi wadah resmi dan positif. Ini adalah cara sehat mengelola emosi dan mengasah mental,” lanjut Aji Ali.
Dengan menggabungkan budaya, edukasi, dan olahraga, Bejaguran 2025 diharapkan jadi simbol semangat muda yang mencintai tradisi dan mampu membawa nama Kukar ke panggung nasional.
(ADV/Dispora Kukar)
Penulis: Yusuf S A



