TENGGARONG – Program Kredit Kukar Idaman (KKI) Sebagai program yang sebelumnya diluncurkan Kukar Idaman menjadi perbincangan di sela kunjungan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dalam membuka acara Launching Ruang Layanan Prioritas.
“Salah satu isu yang kami bahas hari ini bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta Bank Kaltimtara adalah eskalasi dari program Kredit Kukar Idaman (KKI).” Ujar Aulia Rahman Basri.
Sebagai keberlanjutan program dari periodisasi sebelumnya, Program ini diharap dapat mendukung usaha Mikro dan Kecil, Petani, Peternak dan Nelayan dan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pinjaman untuk modal usaha.
“Sejak diluncurkan, kredit ini sudah diserap oleh lebih dari 1.700 debitur, dengan total penyaluran mencapai sekitar Rp36 miliar. Tingkat gagal bayar atau Non Performing Loan (NPL) tercatat di bawah 3 persen, yang artinya program ini berjalan sehat dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.” Lanjutnya.
Dengan KKI, saat ini jumlah maksimum pinjaman mencapai 500 juta. Dengan kriteria dan seleksi yang sesuai dengan spesifikasi yang sudah di tetapkan dengan berbagai faktor.
“Melalui Kukar Idaman Terbaik, plafon KKI kini ditingkatkan hingga Rp500 juta. Namun tentu saja, pemberiannya tetap mengacu pada kriteria dan mekanisme yang telah disusun, seperti proses bisnis yang matang, lokasi usaha yang jelas, serta pola pengembalian yang terukur.” Ujarnya.
Program ini disusun untuk memudahkan dan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakat dilapangan. Baik dari segi peminjaman maupun pengembalian sehingga dapat membantu masyakat yang memiliki usaha secara maksimal.
“Program ini bersifat fleksibel. Misalnya, untuk petani, peternak, atau nelayan, kredit diberikan di awal masa usaha, dan pembayarannya dilakukan setelah panen atau produksi selesai. Kalau panennya tiga bulan, maka pembayaran cicilan baru dilakukan setelah masa panen, ketika hasilnya sudah ada dan bisa disetorkan ke Bank Kaltimtara.” Pungkasnya.



