Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri

Dana RT Naik Jadi Rp150 Juta, Pemkab Kukar Dorong Pembangunan Berbasis Warga

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menaikkan alokasi Dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk Rukun Tetangga (RT). Jika sebelumnya hanya Rp50 juta, mulai tahun ini setiap RT bakal menerima Rp150 juta.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 di Kecamatan Kota Bangun. Menurutnya, tambahan anggaran ini bukan sekadar angka, melainkan langkah strategis untuk memperkuat peran RT sebagai garda terdepan pembangunan masyarakat.

“Dengan dana yang lebih besar, RT bisa melaksanakan kegiatan yang betul-betul menyentuh kebutuhan warga. Mulai dari pemberdayaan, kegiatan sosial, hingga mendukung program pengentasan kemiskinan. Dampaknya harus nyata dan dirasakan langsung,” tegas Aulia.

Ia menambahkan, peningkatan dana RT juga sejalan dengan program unggulan Kukar Idaman, seperti beasiswa 1 KK 1 Sarjana. RT akan berperan penting dalam pendataan serta pelaksanaan program agar tepat sasaran.

Meski ada panduan umum dari pemerintah daerah, Aulia menekankan bahwa setiap RT tetap diberi ruang fleksibilitas untuk menyesuaikan kegiatan sesuai kebutuhan lokal. “Tantangan di satu wilayah berbeda dengan wilayah lain. Karena itu, kita beri keleluasaan agar program benar-benar relevan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menegaskan pihaknya siap mengawal implementasi kebijakan ini. Ia mengingatkan bahwa meski dana meningkat, prinsip gotong royong tetap menjadi kewajiban utama.

“Dalam skema lama Rp50 juta, minimal 15 persen dialokasikan untuk kegiatan gotong royong. Dengan kenaikan anggaran, semangat itu tidak boleh hilang. Gotong royong harus terus hidup di masyarakat,” kata Arianto.

Ia juga menyebut, peningkatan dana RT merupakan bagian dari agenda RT Ku-Terbaik, sebuah program yang fokus pada penguatan ketertiban sosial, keamanan lingkungan, kegiatan keagamaan, hingga pembangunan sarana dasar di tingkat RT.

Dengan tambahan dukungan fiskal ini, Pemkab Kukar berharap RT benar-benar menjadi ujung tombak pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan warga secara cepat, dekat, dan nyata.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?