Rakor dan penyampaian visi misi Kukar Idaman Terbaik di Aula Beppeda Kukar.

Rp100 Miliar Digelontorkan Pemkab Kukar untuk Kawasan Perdesaan Idaman

TENGGARONG — Visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik kini menjadi arah kebijakan utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin. Melalui visi ini, sebanyak 17 program strategis digulirkan, dengan fokus besar pada peningkatan kesejahteraan hingga ke desa dan kelurahan.

Salah satu program unggulan yang tengah digencarkan adalah Program RT Ku-Terbaik, yang merupakan pengembangan dari program sebelumnya. Alokasi dana RT pun ditingkatkan secara signifikan dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT. Dana ini dirancang untuk mendukung aspek sosial, keamanan, keagamaan, dan perbaikan infrastruktur lingkungan serta pendataan kependudukan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menegaskan kesiapannya dalam mendukung program-program tersebut secara penuh. “Program ini bukan hanya lanjutan, tapi peningkatan dari program Kukar Idaman sebelumnya. Kami siap melaksanakan, mulai dari konsep sampai pelaksanaan di lapangan,” ucapnya, Selasa (08/07).

Program RT Ku-Terbaik akan dijalankan melalui sistem swakelola yang berbasis musyawarah RT, dengan tetap mengacu pada arah pembangunan daerah. DPMD Kukar akan mengupayakan agar distribusi dana dilakukan secara proporsional, minimal Rp1 juta per Kepala Keluarga (KK), menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.

Pendekar Idaman, sebutan untuk para pendamping program di tingkat desa dan kelurahan, akan mendapat peningkatan kapasitas untuk mendukung efektivitas implementasi. Tak hanya itu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) juga akan diberi bantuan operasional untuk menjaga ketertiban dan pemberdayaan di akar rumput.

DPMD Kukar juga tengah menggulirkan Program Rp100 Miliar untuk Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik. Program ini dirancang untuk mendorong kolaborasi antardesa dalam pengembangan potensi wilayah berbasis tematik, serta memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, dan promosi produk unggulan desa seperti BUMDes.

Keberhasilan sebelumnya, seperti Program Terang Kampongku, telah menjangkau 193 desa dan 44 kelurahan. Namun, Arianto mengakui masih ada daerah terpencil yang belum sepenuhnya tersentuh. Sementara itu, Program Air Bersih Desa telah terealisasi sekitar 80-90%, meski tetap butuh pemantauan lanjutan.

“Semua program ini harus dikawal bersama agar tepat sasaran. Kami di DPMD siap menjadi pelaksana utama,” pungkas Arianto. Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi dengan Bappeda akan terus diperkuat agar implementasi program berdampak langsung pada masyarakat desa.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?