Kutai Kartanegara – Ajang pencarian ikon muda pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) kembali hadir. Tahun ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar tengah bersiap menggelar Pemilihan Duta Wisata 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang menjadi wadah bagi generasi muda daerah untuk menunjukkan bakat, pengetahuan, dan kecintaan mereka terhadap Kukar.
Persiapan ajang ini telah dimulai sejak April melalui rangkaian sosialisasi ke berbagai kecamatan. Sementara pendaftaran resmi dijadwalkan dibuka pertengahan tahun, tepatnya pada bulan Juni 2025.
Plt Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Ahmad, mengatakan bahwa Pemilihan Duta Wisata bukan sekadar ajang unjuk penampilan, melainkan sarana pembentukan karakter dan wawasan generasi muda yang siap mempromosikan potensi daerahnya.
“Pendaftaran baru akan dibuka bulan Juni. Link dan jadwalnya nanti diumumkan melalui akun resmi Visiting Kutai Kartanegara dan Instagram,” ujar Ivan, Selasa (22/4/2025).
Menurutnya, setiap duta wisata terpilih akan menjalani masa karantina dan mendapatkan pembekalan intensif seputar pariwisata, budaya, dan strategi promosi destinasi sebelum tampil di malam grand final yang dijadwalkan pada awal Juli 2025.
Ivan juga menekankan pentingnya partisipasi dari seluruh 20 kecamatan di Kukar, agar ajang ini benar-benar mewakili keragaman dan potensi daerah.
“Kalau semua kecamatan ikut serta, akan ada 20 pasang yang mewakili. Nanti kita seleksi lagi menjadi sekitar 10 pasang untuk lanjut ke tahap berikutnya,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Ivan menilai ajang ini sebagai upaya regenerasi dan pemberdayaan anak muda Kukar agar ikut berperan aktif dalam pembangunan pariwisata daerah.
“Anak-anak muda Kukar punya potensi luar biasa mereka cerdas, komunikatif, dan punya pemahaman kuat tentang identitas daerah. Kita ingin mereka bukan hanya tampil menarik, tapi juga bisa menjadi wajah dan suara pariwisata Kukar,” tambahnya.
Dengan semangat inklusif dan kolaboratif, Pemilihan Duta Wisata Kukar 2025 diharapkan menjadi ajang yang tak hanya mencetak figur inspiratif, tetapi juga memperkuat jejaring antarwilayah dalam mendorong pariwisata yang kreatif dan berkelanjutan.
“Kami ingin ajang ini jadi ruang pertemuan ide dan semangat baru dari seluruh kecamatan. Duta Wisata bukan hanya simbol, tapi representasi dari semangat muda yang mencintai Kukar,” tutup Ivan optimistis.



