Dispar Kukar Gandeng Influencer untuk Promosi Wisata Digital

Kutai Kartanegara – Di era digital, promosi pariwisata tak lagi cukup mengandalkan baliho, brosur, atau spanduk di pinggir jalan. Menyadari perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih banyak mencari referensi lewat media sosial, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mulai memaksimalkan strategi promosi berbasis digital dengan menggandeng para influencer sebagai mitra kreatif.

Langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Kukar ke audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda. Melalui kolaborasi tersebut, para kreator diajak menampilkan keunikan destinasi lokal dalam bentuk konten visual yang menarik di berbagai platform populer seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.

“Berdasarkan data dari BPS, sebagian besar wisatawan mengetahui destinasi di Kukar lewat media sosial. Jadi kita fokuskan promosi ke sana,” ujar Plt Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Ivan Ahmad, Kamis (24/5/2025).

Ivan menambahkan, strategi kolaboratif ini telah dijalankan sejak 2024 dan terus dikembangkan di tahun 2025. Dispar Kukar tidak hanya menggandeng influencer nasional, tetapi juga memberdayakan kreator lokal yang memiliki basis pengikut besar dan pemahaman mendalam tentang karakter daerahnya.

“Tahun ini kami masih dalam tahap proses kerja sama, tapi biasanya kami bermitra dengan kreator seperti FaisalVFX dan Asrinda Basri,” jelasnya.

Kerja sama tersebut tak sekadar berfokus pada promosi wisata, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kapasitas bagi para kreator lokal. Dispar Kukar ingin menjadikan mereka sebagai duta digital daerah, yang mampu menyampaikan pesona Kukar dengan gaya modern namun tetap berakar pada nilai budaya lokal.

Konten yang dihasilkan para influencer juga akan disinergikan dengan kanal resmi Visiting Kutai Kartanegara, akun promosi milik Dispar Kukar yang menjadi pusat informasi dan publikasi kegiatan pariwisata daerah.

Dengan pendekatan digital ini, Kukar menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan tren promosi modern. Promosi wisata kini bukan hanya soal gambar indah, tetapi juga cerita, pengalaman, dan interaksi yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu calon wisatawan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?