Potensi Wisata Sejarah Muara Kaman Mulai Dilirik Pemerintah Daerah

Kutai Kartanegara – Di tepian sungai yang tenang, Muara Kaman menyimpan kisah tua tentang lahirnya peradaban di tanah Borneo. Di sinilah jejak Kerajaan Kutai, kerajaan tertua di Nusantara, masih tertinggal lewat prasasti dan situs-situs kuno. Namun, di balik sejarah agung itu, geliat pariwisatanya masih tertidur.

Camat Muara Kaman, Barliang, tak menampik kenyataan tersebut. Ia menyebut, potensi wisata sejarah yang dimiliki wilayahnya begitu besar, namun belum banyak disentuh secara optimal.

“Selama tiga tahun saya menjabat, saya merasa belum bisa memberikan hasil sesuai harapan masyarakat, terutama dalam sektor pariwisata,” tuturnya, Sabtu (26/4).

Barliang menyebut, upaya pembangunan infrastruktur sudah berjalan. Pemerintah provinsi menambah sekitar satu kilometer jalan beraspal dan semenisasi tahun ini. Tetapi, kondisi geografis yang kerap dilanda banjir membuat perbaikan tidak bertahan lama.

“Banjir menjadi tantangan utama. Begitu air surut, banyak jalan yang kembali rusak,” ujarnya lirih.

Meski demikian, nama Muara Kaman tetap menarik perhatian wisatawan dan peneliti. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini sempat disinggahi rombongan dari berbagai daerah bahkan luar negeri, termasuk dari Bali dan Australia yang datang dalam rangkaian Kongres Agama Hindu di Balikpapan.

“Saya bangga karena mereka memilih Muara Kaman sebagai bagian dari kunjungan, meskipun fasilitas kita masih terbatas,” katanya.

Harapannya sederhana agar Muara Kaman tak hanya dikenal lewat buku sejarah, tetapi juga lewat pengalaman wisata yang nyata. Baginya, pariwisata bisa menjadi pintu bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan menghargai warisan leluhur sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pemasaran, Awang Ivan Ahmad, memastikan pihaknya siap mendorong promosi wisata sejarah di wilayah tersebut.

“Muara Kaman adalah aset sejarah nasional. Kita ingin mengemasnya agar bisa menjadi destinasi unggulan di masa depan,” ujar Ivan.

Dengan perpaduan sejarah, budaya, dan harapan masyarakatnya, Muara Kaman seolah menunggu waktu untuk kembali bersinar bukan sekadar sebagai saksi masa lalu, tetapi juga pintu menuju masa depan pariwisata Kutai Kartanegara.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?