Bebaca.id – Tenggarong, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Desember 2026. Hingga Kamis (8/10/2026), kesiapan penyelenggaraan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen dengan kebutuhan anggaran diperkirakan Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.
Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Fairuz Khalil, mengatakan kebutuhan anggaran tersebut masih berpeluang bertambah melalui dukungan masyarakat, perusahaan, dan pihak sponsor.
“Ya, untuk anggaran itu mungkin sekitar Rp7-8 miliar. Mudah-mudahan masih ada lagi partisipasi dari masyarakat, perusahaan, sponsorship. Kita butuh itu,” kata Fairuz.
Untuk menambah dukungan pendanaan, panitia tengah menyiapkan proposal sponsorship. Selanjutnya, koordinator bidang pengusahaan dana akan mendistribusikan proposal tersebut kepada calon mitra yang berpotensi mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dari sisi teknis, Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar, Dafip Haryanto, menyebut rapat di Ruang Rapat Sekda Kukar pada Kamis (8/10/2026) menjadi bagian dari proses finalisasi persiapan. Pembahasan mencakup seksi acara, liaison officer (LO), publikasi dan dokumentasi, serta pameran dan pawai.
“Secara umum mungkin kalau bisa dikatakan 80 persen, sudah kita insyaallah sudah siap. Tinggal mungkin beberapa penyesuaian dengan panitia provinsi, LPTQ Provinsi terhadap kegiatan yang akan kita lakukan,” ujar Dafip.
Sejumlah agenda masih memerlukan penyesuaian berdasarkan hasil koordinasi dengan LPTQ Provinsi Kaltim. Hal itu mencakup pelaksanaan Pawai Ta’aruf, lokasi pelantikan Dewan Hakim, hingga penentuan waktu pelantikan.
“Perencanaan yang dibuat oleh teman-teman seksi acara dikonek lagi dengan hasil koordinasi dari LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara ke LPTQ Provinsi. Jadi ada beberapa perubahan,” jelasnya.
Panitia telah menyiapkan 12 arena untuk pelaksanaan perlombaan MTQH. Namun, satu hingga dua lokasi masih memerlukan pemantapan karena terdapat rencana rehabilitasi gedung, termasuk gedung serbaguna.
“Satu lokasi yang mungkin perlu kita finalkan lagi karena ada kegiatan berkaitan dengan pelaksanaan rehab, khususnya di gedung serbaguna. Tapi opsi untuk lokasi juga sudah kita siapkan,” kata Dafip.
Untuk memastikan seluruh lokasi siap digunakan, Pemkab Kukar akan kembali berkoordinasi dengan perangkat daerah yang bertanggung jawab atas masing-masing arena. Kepala perangkat daerah terkait juga direncanakan mengikuti rapat untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas.
Selain menyiapkan arena, panitia mulai berkoordinasi dengan LO yang menangani kafilah dari kabupaten dan kota se-Kaltim. Koordinasi tersebut meliputi kebutuhan penginapan, konsumsi, transportasi, serta keperluan teknis selama peserta berada di Kukar.
Terkait akomodasi, masing-masing kafilah diberi keleluasaan menentukan tempat menginap berdasarkan daftar hotel dan homestay yang telah disediakan panitia.
“Jadi yang memilih itu masing-masing kafilah, cuma kita memberikan list hotel, semua homestay, tempat-tempatnya ini juga sudah kita sampaikan,” ujarnya.
Rangkaian utama MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Desember 2026. Kafilah direncanakan mulai tiba pada 2 Desember dan kembali ke daerah masing-masing pada 12 Desember.
Dalam pembagian pembiayaan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan menanggung kebutuhan akomodasi dan honor Dewan Hakim. Sementara itu, Pemkab Kukar bertanggung jawab atas hadiah bagi juara pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan pertama hingga ketiga.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, panitia kini memprioritaskan penyelesaian kebutuhan teknis, pemantapan arena, dan koordinasi dengan seluruh kafilah. Pemkab Kukar berharap seluruh persiapan dapat dirampungkan sesuai jadwal sehingga MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kaltim berjalan lancar pada Desember mendatang.



