Bebaca.id, Tenggarong – Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi merupakan fondasi paling esensial dalam menentukan arah keberhasilan pembangunan suatu daerah. Demi mewujudkan hal tersebut, sektor pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dituntut untuk terus diperkuat kapasitasnya, salah satunya melalui penyediaan fasilitas belajar yang memadai dan berstandar tinggi bagi para peserta didik.
Menyoroti urgensi tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Eko Wulandanu, menegaskan bahwa ekosistem pendidikan wajib ditempatkan sebagai sektor prioritas yang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Terlebih lagi, alokasi pendanaan untuk pendidikan sejatinya telah diamanatkan sebagai mandatory spending atau belanja wajib dalam postur pembangunan daerah.
“Sektor pendidikan ini menjadi perhatian serius karena memang bagian dari mandatory spending kita dalam membangun,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Dalam pandangannya, melimpahnya kekayaan sumber daya alam serta besarnya perputaran ekonomi yang dimiliki Kukar tidak akan pernah cukup untuk menjamin kemajuan daerah apabila tidak diimbangi oleh keunggulan kapasitas SDM. Eksekusi program pembangunan justru berisiko besar mengalami perlambatan jika tidak dikendalikan oleh tangan-tangan sumber daya manusia yang terampil, kompeten, dan mumpuni.
“Bahkan akan berjalan dengan lambat karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang lebih baik, yang mumpuni lah,” katanya.
Pada sisi lain, Eko tidak menampik bahwa upaya percepatan pembangunan di sektor pendidikan kini tengah dihadapkan pada tantangan pelik. Kondisi penyesuaian atau efisiensi anggaran daerah yang sedang berlangsung saat ini menuntut pemerintah untuk memutar otak lebih cermat dalam menentukan skala prioritas.
“Jadi itu, sektor pendidikan itu penting karena ini menjadi sebuah tantangan kita ke depan dalam menghadapi efisiensi anggaran seperti yang kita alami saat ini,” tuturnya.
Terlepas dari dinamika ketersediaan anggaran, politikus ini turut mengarahkan sorotannya pada kondisi riil fasilitas pendidikan yang tersebar di wilayah Dapil 5 Kukar, meliputi Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, dan Samboja Barat. Berdasarkan amatannya di lapangan, ketersediaan fisik bangunan sekolah hingga ragam fasilitas penunjang kegiatan belajar-mengajar di kawasan tersebut rupanya masih belum sepenuhnya menyentuh standar kelayakan yang dicita-citakan.
“Tentu belum, belum memenuhi standar yang kita harapkan. Masih kurang, progresnya baru 70 persen lah kalau menurut kami,” ungkapnya.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa masih terdapat sisa sekitar 30 persen kesenjangan pemenuhan fasilitas pendidikan yang mutlak harus segera dikejar penyelesaiannya oleh instansi terkait.
“Jadi 30 persennya harus kita kejar lagi untuk mencapai 100 persen agar anak-anak didik kita itu memiliki fasilitas yang cukup untuk bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan nyaman,” pungkasnya.
Ke depannya, perbaikan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan ini didorong untuk selalu menempati urutan teratas dalam setiap penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Melalui ketersediaan ruang belajar yang memadai, aman, dan nyaman, proses transfer ilmu diyakini akan berjalan jauh lebih optimal, yang pada gilirannya mampu mencetak generasi SDM Kukar yang cerdas, berdaya saing tinggi, dan siap menyongsong tantangan zaman.
(*adv/diskominfo)
Editor : Reihan Noor



