Pemkab Kutai Kartanegara menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Kebakaran Hanguskan 75 Bangunan di Kelurahan Melayu, 50 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Bebaca.id, TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (5/10/2026) sore. Musibah tersebut menyebabkan puluhan bangunan terbakar dan meninggalkan duka bagi warga terdampak.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kecamatan Tenggarong, sekitar 80 persen wilayah RT 33 terdampak kebakaran. Sedikitnya 75 bangunan diperkirakan hangus terbakar dan sekitar 50 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar langsung bergerak menangani dampak kebakaran dengan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Bantuan yang disiapkan meliputi makanan, logistik, dokumen kependudukan hingga fasilitas tempat tinggal sementara.

Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengatakan kehadiran pemerintah di lokasi menjadi bentuk dukungan moral sekaligus upaya meringankan beban warga yang terdampak.

“Kami bersama Pemda menyampaikan ini adalah bagian terpenting kehadiran Pemda pada saudara kita yang terkena musibah. Ini dalam rangka dukungan moral, semangat, dan mungkin sedikit beberapa bantuan yang bisa memberikan keringanan beberapa hari ke depan,” kata Taufik saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (6/10/2026).

Penanganan warga terdampak melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Bantuan juga datang dari Baznas dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Taufik memastikan warga yang kehilangan dokumen identitas akibat kebakaran akan mendapatkan bantuan dari Disdukcapil. Pemerintah juga berupaya agar warga yang kehilangan rumah tetap mendapatkan tempat tinggal sementara.

“Jangan khawatir, kita dari Capil siap menindaklanjuti seperti apa yang dapat dibantu berkaitan dengan identitas,” ujarnya.

Untuk kebutuhan hunian sementara, pihak Muhammadiyah disebut telah menawarkan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan warga terdampak, termasuk masjid dan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak. Dapur tersebut menyediakan makanan tiga kali sehari.

Layanan dapur umum untuk sementara direncanakan berlangsung maksimal selama tujuh hari. Namun, masa layanan dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

“Sehari tiga kali. Maksimum tujuh hari, berarti seminggu. Tapi kita lihat perkembangan dalam tiga hari ini bagaimana. Kalau memang perlu, kita panjang lagi,” kata Rinda.

Berdasarkan data sementara, sekitar 151 orang membutuhkan bantuan permakanan. Namun, Dinsos masih menunggu data resmi dari pihak kelurahan dan kecamatan untuk memastikan jumlah korban serta kebutuhan masing-masing keluarga.

Selain makanan, bantuan yang disiapkan mencakup sembako dan kebutuhan khusus, seperti popok bayi, pakaian, serta perlengkapan sekolah berupa baju dan sepatu bagi anak-anak korban kebakaran.

Rinda menegaskan, penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap setelah proses pendataan korban selesai. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga terdampak.

“Kami nunggu data fix dulu, identifikasi korban itu secara detail supaya tepat sasaran,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?