Kekraf Kota Bangun Gagas Ruang Kreatif Terpadu, Dispar Kukar Siap Dukung Pengembangan Ekraf Lokal

TENGGARONG – Semangat pengembangan ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai berdenyut hingga ke wilayah kecamatan. Salah satu inisiatif menarik datang dari Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) Kecamatan Kota Bangun, yang tengah merancang ruang kreatif terpadu di Desa Kota Bangun Ulu sebagai wadah ekspresi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Gagasan tersebut terinspirasi dari keberhasilan Simpang Odah Etam (SOE) di Tenggarong, sebuah ruang publik yang berhasil menyatukan pelaku seni, UMKM, dan komunitas kreatif dalam satu ekosistem produktif. Ketua Plt Kekraf Kota Bangun, Fery Sulistyo, mengatakan konsep “Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM)” dari SOE dinilai relevan untuk diterapkan di wilayahnya.

“SOE di Tenggarong menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan seni dan ekonomi kreatif bisa berjalan berdampingan. Kami ingin menghadirkan versi lokalnya di Kota Bangun, agar pelaku UMKM, seniman, dan musisi memiliki ruang untuk berkreasi dan memasarkan karya mereka,” ujar Fery, Kamis (3/7/2025).

Ruang kreatif ini direncanakan memanfaatkan area publik seperti taman atau tepian Sungai Mahakam di Desa Kota Bangun Ulu. Namun, Fery mengakui proses realisasi program masih menghadapi kendala penganggaran karena keterlambatan pengajuan proposal.

“Kepala desa sebenarnya sudah mendukung penuh. Hanya saja, karena pengajuan program agak terlambat, kemungkinan besar baru bisa terealisasi tahun depan,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, Kekraf Kota Bangun kini tengah memetakan potensi pelaku ekonomi kreatif di seluruh desa, termasuk di daerah yang aksesnya belum mudah dijangkau. Harapannya, ruang kreatif nantinya tidak hanya terpusat di desa tertentu, tetapi menjadi milik bersama seluruh masyarakat Kecamatan Kota Bangun.

“Kami ingin seluruh desa ikut terlibat, tidak hanya yang berada di jalur utama. Karena itu, kami sedang memperbarui data potensi agar perencanaan bisa mencakup semua sektor kreatif di wilayah ini,” jelas Fery.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyambut baik langkah Kekraf Kota Bangun tersebut. Ia menilai inisiatif lokal semacam ini sangat sejalan dengan arah kebijakan Pemkab Kukar untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

“Kami sangat mengapresiasi ide dan semangat dari Kekraf Kota Bangun. Konsep seperti ini bisa menjadi pemantik tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di luar Tenggarong,” ungkap Arianto.

Menurutnya, Dispar Kukar akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten, agar ruang kreatif tersebut dapat terwujud secara berkelanjutan melalui dukungan pembinaan, pendampingan, dan program kolaboratif.

“Selama ada perencanaan yang matang, kami siap mendampingi. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi kreatif di Kukar bisa merata hingga ke seluruh pelosok,” tegasnya.

Arianto menambahkan, kehadiran ruang kreatif di Kota Bangun nantinya diharapkan bukan sekadar tempat berkumpul atau pertunjukan seni, tetapi juga pusat penggerak inovasi ekonomi masyarakat yang menghubungkan kreativitas, kewirausahaan, dan potensi wisata lokal.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif, Kecamatan Kota Bangun berpeluang menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan ide lokal mampu mendorong lahirnya ruang ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?