Bebaca.id TENGGARONG – Aulia Rahman Basri meminta Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara memperkuat akurasi data lapangan guna memastikan setiap program pemerintah tepat sasaran.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul evaluasi pelaksanaan program pertanian dan peternakan di wilayah Kutai Kartanegara. Menurutnya, validitas data menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan peternak.
“Distanak harus lebih intens turun ke lapangan untuk melihat kondisi riil. Data yang sesuai fakta akan memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Aulia.
Ia menilai potensi sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Kutai Kartanegara masih terbuka luas untuk dikembangkan. Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan perencanaan berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Pemkab Kukar, lanjutnya, mendorong pemanfaatan sistem digital guna memantau luas tanam, produksi komoditas, hingga populasi ternak secara real time. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah pengambilan keputusan sekaligus mempercepat respons terhadap dinamika di lapangan.
Selain komoditas padi dan hortikultura, pemerintah daerah juga memprioritaskan pengembangan subsektor peternakan, khususnya sapi dan ayam petelur. Dukungan yang disiapkan mencakup bantuan sarana produksi serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan, Aulia menekankan pentingnya sinergi antara penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemerintah desa agar program berjalan efektif.
Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besaran produksi, tetapi juga dari kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat masyarakat. “Semua itu harus direncanakan dengan data yang valid,” katanya. (SultanAF)



