Bebaca.id, TENGGARONG — Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Unikarta Melawan yang menggelar aksi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan kekecewaan atas ketidakhadiran Bupati dalam menemui massa aksi.
Koordinator lapangan, Ibnu Sayyaf Sabilil Haq, mengatakan ketidakhadiran tersebut menjadi catatan serius bagi mereka.
“Untuk aksi hari ini, kami cukup kecewa karena Bupati Kutai Kartanegara tidak dapat menghadiri massa aksi,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa kekecewaan ini bukan kali pertama terjadi.
“Kekecewaan ini bukan pertama kali, karena dalam beberapa aksi sebelumnya, kami juga tidak pernah dapat bertemu langsung dengan Bupati,” katanya.
Selain itu, mahasiswa menilai respons pemerintah daerah terhadap tuntutan mereka masih belum memberikan kejelasan.
“Terkait dialog dengan perwakilan pemerintah daerah pada hari ini, hasilnya belum mendapatkan kejelasan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah hanya meminta massa untuk menunggu tanpa kepastian waktu audiensi.
“Kami hanya diminta menunggu jadwal, tanpa kepastian waktu. Hal ini menjadi catatan bagi kami,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini terus berulang setiap aksi dilakukan.
“Setiap aksi yang dilakukan selalu berujung pada ketidakpastian,” lanjutnya.
Padahal, kata dia, mahasiswa telah lebih dulu mengirimkan surat permohonan audiensi.
“Perlu kami sampaikan bahwa surat permohonan audiensi telah kami kirimkan sejak hari Selasa, tanggal 31, sehingga kami berharap ada respons yang lebih baik dari pemerintah,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa berencana kembali mengirimkan surat dan membuka kemungkinan aksi lanjutan.
“Ke depan, kami berencana dalam dua hingga tiga hari ke depan akan kembali mengirimkan surat permohonan audiensi, sekaligus mempertimbangkan untuk melakukan aksi lanjutan,” tutupnya.



