Bebaca.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengintensifkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Salah satu langkah terbaru diwujudkan melalui pelepasan 13 peserta pelatihan welder yang siap memasuki dunia kerja.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kukar, Dendy Fahriza, mengungkapkan bahwa para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di wilayah Kukar, seperti Muara Jawa, Anggana, Kota Bangun Darat, Muara Badak, Marangkayu, Loa Kulu, Sangasanga, hingga Loa Janan.
Menurut Dendy, program pelatihan ini merupakan hasil kerja sama dengan SKK Migas dalam kerangka program Kukar Siap Kerja Etam Sejahtera. Peserta dipilih berdasarkan data P3KE atau DTKS, khususnya dari kelompok Desil 1 hingga Desil 5.
Ia menjelaskan, dari total peserta yang mengikuti pelatihan, lima orang telah diterima bekerja di perusahaan baja di Batam, tiga orang terserap di perusahaan dalam wilayah Kukar, sementara lima lainnya masih menjalani proses seleksi kerja di Batam.
Dendy menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga memastikan peserta dapat langsung terserap ke dunia kerja sebagai bagian dari upaya hilirisasi program.
“Program ini diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja,” ujarnya Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan, program pelatihan welder tersebut kini telah memasuki angkatan ketiga. Pada angkatan pertama terdapat 20 peserta, angkatan kedua 19 peserta, dan angkatan ketiga diikuti oleh 13 peserta.
Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah kendala. Pada angkatan ketiga, beberapa peserta mengundurkan diri karena tidak memperoleh izin dari orang tua, mengingat durasi pelatihan mencapai sekitar 3,5 bulan.
Selain itu, dari total 39 peserta pada dua angkatan sebelumnya, sekitar delapan orang diketahui bekerja di luar bidang keahlian yang telah dilatih.
“Hal ini menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kesiapan peserta sejak awal, termasuk dukungan keluarga dan komitmen mengikuti pelatihan hingga tuntas,” jelasnya.
Ke depan, Disnaker Kukar berencana memperketat proses seleksi peserta melalui tes awal, validasi agar peserta tidak sedang mengikuti rekrutmen lain, serta memastikan adanya persetujuan keluarga sebelum menjalani tahapan medical check-up.
Disnaker juga tetap memprioritaskan peserta dari keluarga kurang mampu berdasarkan data DTKS Desil 1 hingga 5, serta memperluas kemitraan dengan perusahaan di luar sektor yang berada di bawah SKK Migas.
Untuk meningkatkan akses informasi, masyarakat nantinya dapat memanfaatkan kembali website resmi Disnaker, media sosial Instagram, serta aplikasi Kukar Siap Kerja yang akan dioptimalkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kutai Kartanegara saat ini berada di kisaran 4,7 persen. Sementara itu, jumlah pencari kerja tercatat mencapai 11.055 orang berdasarkan data Disnaker.
Dalam mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja akibat penurunan RKAB batubara, Disnaker Kukar juga menyiapkan langkah strategis, di antaranya mendorong pekerja terdampak untuk beralih ke sektor wirausaha melalui pelatihan, bantuan peralatan, serta pendampingan usaha.
Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala serta menghubungkan pelaku usaha dengan program kredit Kukar Idaman berbunga nol persen.
Program tersebut akan dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Koperasi, Pertanian, Perkebunan, Pariwisata, serta pihak swasta.
Tak hanya itu, Disnaker Kukar juga merencanakan penyelenggaraan job fair berbasis sistem terintegrasi yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja melalui platform digital. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di sejumlah wilayah, seperti Tenggarong Seberang, Samboja, dan Kota Bangun, dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.
“Targetnya adalah menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing sekaligus mendorong kemandirian melalui kewirausahaan, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan secara berkelanjutan,” pungkasnya.



