Penulis : SultanAL
TENGGARONG – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan langkah strategis menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur. Salah satu kebijakan utama yang ditegaskan adalah penggunaan atlet murni asal Kukar dalam kontingen daerah tersebut.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar sejak awal berkomitmen memprioritaskan atlet lokal. Atlet yang tidak berdomisili di Kukar atau tidak memiliki KTP Kutai Kartanegara dipastikan tidak akan masuk dalam daftar peserta Porprov.
Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya isu penggunaan atlet luar daerah oleh sejumlah cabang olahraga. Menurut Ali, kebijakan tersebut penting untuk menjaga konsistensi pembinaan atlet daerah sekaligus membuka ruang prestasi bagi putra-putri Kukar.
Ia juga meluruskan informasi terkait cabang olahraga bowling yang disebut-sebut terkendala fasilitas sehingga harus menggunakan atlet dari luar daerah. Ali menegaskan, pembenahan organisasi dan sistem pembinaan terus dilakukan, mulai dari penataan kepengurusan, penjaringan bibit atlet, hingga pemenuhan sarana dan prasarana olahraga.
Pada Porprov mendatang, Kukar direncanakan mengikuti 56 cabang olahraga. Hampir seluruh cabang dinyatakan siap bertanding, kecuali cabang olahraga laut seperti layar yang belum dapat diikuti karena keterbatasan sumber daya.
“Sebanyak 56 cabang olahraga akan kita ikuti dan pada prinsipnya sudah siap. Atletnya kami pastikan berasal dari Kutai Kartanegara, tidak ada yang dari luar daerah,” ujar Ali.
Meski demikian, Dispora Kukar tetap membuka peluang penggunaan pelatih dari luar daerah. Menurut Ali, kehadiran pelatih dengan kompetensi dan standar tertentu masih diperlukan guna meningkatkan kualitas serta daya saing atlet Kukar.
Dalam rangka persiapan, Dispora Kukar terus melakukan koordinasi intensif bersama KONI Kukar dan masing-masing cabang olahraga. Sejumlah rapat teknis, komunikasi internal, hingga pemaparan hasil ekspos dari KONI telah dilaksanakan.
Selain kesiapan teknis, aspek non-teknis juga mulai menjadi perhatian. Dispora Kukar telah melakukan penjajakan awal dengan Kabupaten Paser terkait ketersediaan akomodasi, seperti hotel dan fasilitas pendukung lainnya, untuk mengantisipasi keterbatasan tempat akibat tingginya jumlah peserta Porprov.
“Kita harus antisipasi sejak dini. Jika tidak dipersiapkan, dikhawatirkan nanti kesulitan mendapatkan fasilitas karena bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya.



