Distransnaker Kukar Kembangkan Aplikasi “Kukar Siap Kerja” Berbasis Sistem Terintegrasi

Bebaca.id TENGGARONG – Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengembangkan sistem terintegrasi dalam aplikasi Kukar Siap Kerja untuk menekan angka pengangguran terbuka. Sistem tersebut dirancang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja dalam satu platform berbasis elektronik.

Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pengembangan aplikasi ini akan menghadirkan mekanisme dua arah, bahkan lebih, sehingga tidak hanya menyajikan informasi lowongan kerja, tetapi juga membuka akses langsung bagi perusahaan untuk merekrut tenaga kerja.

“Jadi terkait dengan Kukar Siap Kerja, nantinya kita akan berbasis sistem. Sistem ini tidak hanya menyajikan lowongan kepada pencari kerja, tapi juga memberikan akses kepada pemberi kerja,” ujar Dendy.

Menurutnya, aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan program pelatihan kompetensi yang disiapkan pemerintah daerah. Pelatihan itu difokuskan untuk menjawab kebutuhan riil dunia usaha, seperti welder, sopir, hingga tenaga tukang.

“Nanti gap kompetensi atau keterampilan itu akan kita penuhi melalui pelatihan. Hasil pelatihan tersebut menjadi base data di dalam aplikasi Kukar Siap Kerja,” jelasnya.

Data peserta pelatihan yang telah lulus akan tersaji lengkap dalam sistem, termasuk by name by address (BNBA) serta alamat email. Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dapat langsung mengakses aplikasi, memilih kandidat sesuai kebutuhan, dan sistem akan mengirimkan notifikasi kepada peserta yang relevan.

“Kalau perusahaan butuh 10 driver atau welder, mereka bisa melihat hasil pelatihan yang tersedia. Nanti akan ada notifikasi ke email peserta yang sudah dilatih,” tambahnya.

Dendy menyebutkan, pengembangan sistem baru ini akan dikoordinasikan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Tahap awal yang dilakukan adalah penyusunan alur proses bisnis sebelum masuk ke tahap pengkodean (coding) dan uji coba.

“Mudah-mudahan minggu depan kita konsolidasi dengan Diskominfo dan bidang pelatihan. Kita buat alur proses bisnisnya dulu, kemudian siapkan database. Setelah itu uji coba tahap awal,” katanya.

Ia berharap sistem tersebut dapat mulai berjalan pada periode Maret hingga April mendatang.

Sementara itu, aplikasi Kukar Siap Kerja yang saat ini sudah berjalan tetap difungsikan, khususnya untuk pendaftaran pelatihan. Sejak dibuka pada Januari, tercatat sekitar 2.000 orang telah mendaftar pelatihan melalui platform tersebut.

“Aplikasi yang sudah ada tetap running karena sudah ada entitas lain yang mendaftar. Yang baru nanti sajiannya lebih konkret dan terintegrasi,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi ini juga menjadi bagian dari realisasi konsep “job fair every day” yang digaungkan Bupati Kukar. Ke depan, job fair tetap akan dilaksanakan secara wilayah, kemungkinan dibagi dalam tiga zona, yakni hulu, tengah, dan pantai.

Namun, berbeda dengan job fair konvensional yang umumnya hanya sebatas pendaftaran, sistem baru ini memungkinkan proses seleksi dan rekrutmen berjalan lebih cepat melalui aplikasi.

“Dengan aplikasi ini, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, pemberi kerja bisa langsung mengakses dan SDM yang tersedia bisa berakselerasi melalui sistem,” kata Dendy.

Selain itu, pemerintah daerah juga dapat melakukan pelacakan (tracking) terhadap jumlah peserta pelatihan yang terserap di dunia kerja melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Adapun masyarakat Kukar yang belum memiliki keterampilan tetap dapat mendaftar pelatihan melalui aplikasi. Sedangkan mereka yang telah memiliki keterampilan dan sertifikasi dapat langsung mendaftar sebagai pencari kerja.

“Kalau belum punya skill, bisa daftar pelatihan. Kalau sudah punya keterampilan dan sertifikasi, bisa langsung daftar sebagai pencari kerja. Semua akan terdata di sistem,” pungkasnya. (SultanAL)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?