TENGGARONG – Pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian lebih bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk terus menekan persentase tingkat kemiskinan yang ada di Kutai Kartanegara (Kukar).
Dengan atensi ini, maka tentu Pemerintah Kukar terus memutar otak untuk dapat menemukan rumusan rumusan program jitu yang dapat dihadirkan sebagai upaya untuk mendorong pemerataan ekonomi.
Fathul Alamin,Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menyampaikan gagasan program terkait dengan pemberdayaan dan pengembangan Umkm untuk 5 tahun kedepan.
Dalam proses adaptasi transisi kepemimpinan Bupati, Ia mengatakan program pemberdayaan dan pengembangan Umkm masih bersangkutan dengan program yang ada di periodisasi kepemimpinan sebelumnya.
“Sebagaimana yang kita ketahui karena memang ini kita sudah memiliki pemimpin yang baru dimasa 5 tahun ke depan tentu saja punya visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru nah maka dari itu saat ini kita dalam proses penyesuaian, tapi dalam prinsipnya kita tidak jauh dari ruhnya kukar idaman kemarin.” Ujarnya.
Selain tentang legalitas usaha, di tahun 2025 ini Diskop Ukm Kukar berfokus kepada keanekaragaman produk bahan toko lokal untuk optimalisasi sumber daya alam yang dimiliki Kukar. “Kita untuk tahun 2025 ini berfokus pada diversifikasi produk bahan toko lokal, jadi kita mengoptimalkan sumber daya alam yang ada di Kutai Kartanegara.” Ucapnya.
Sektor pertanian dan perikanan juga mendapat atensi khusus dalam berjalan nya program yang dihadirkan oleh Diskop Ukm Kukar sebagai bagian dari misi Bupati yang mengingkan transformasi ekonomi ke arah non ekstraktif.
“Terutama di sektor pertanian dan perikanan. Karena memang misi dari pak bupati itu untuk tranformasi ekonomi ke non ekstraktif, harapan nya emang dari sumber daya pertanian dan perikanan tadi yang kita optimalkan supaya jangan sampai hasil dari pertanian perikanan itu dijual mentah kepasar.” Lanjutnya.
Dengan penuh harap, Fathul menginginkan dengan formulasi yang di terapkan dapat mendongkrak nilai jual di pasar lokal,nasional bahkan hingga ekspor. “Sebisa mungkin kita coba diversifikasikan, kita turunkan ke produk produk olahan yang nanti bisa meningkatkan nilai jualnya untuk dijual ke luar seperti itu, Mulai dari pasal lokal kemudian nasional termasuk juga ekspor. Pungkasnya.



