Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Usai Kematian Ali Khamenei

Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Usai Kematian Ali Khamenei

Bebaca.id, Jakarta – Pemerintah Iran mendeklarasikan masa berkabung nasional setelah Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut disampaikan melalui media semi pemerintah Iran, Fars. Pemerintah menetapkan masa berkabung selama 40 hari. Selain itu, tujuh hari libur nasional juga diumumkan.

Laporan mengenai kematian Khamenei turut disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB. Dalam siarannya disebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran telah gugur. “Pemimpin tertinggi Iran telah syahid,” demikian laporan IRIB, dikutip CNN, Minggu (1/3). Kabar tersebut kemudian menyebar luas di berbagai media internasional.

Media Fars mengonfirmasi bahwa Khamenei meninggal dunia pada Sabtu dini hari waktu setempat. Disebutkan, ia berada di kantornya saat serangan terjadi. Menurut laporan tersebut, Khamenei tewas ketika sedang “melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya”. Detail tambahan mengenai peristiwa itu masih terus diungkap oleh otoritas Iran.

Serangan militer yang menewaskan Khamenei dilaporkan melibatkan koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel. Kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran disebut menjadi sasaran utama. Media Israel Channel 12 melaporkan sekitar 30 bom dijatuhkan ke lokasi tersebut. Serangan itu disebut sebagai bagian dari operasi militer gabungan kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengonfirmasi kematian Khamenei. Pernyataan serupa juga diindikasikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kedua pemimpin tersebut menyebut operasi militer berhasil mengenai target utama. Pernyataan itu semakin memperkuat laporan dari media Iran.

Khamenei sendiri memimpin Iran sejak 1989 dan memegang otoritas politik serta agama tertinggi di negara tersebut. Kepemimpinannya selama lebih dari tiga dekade menjadikannya figur sentral dalam politik Iran. Kepergiannya diperkirakan membawa dampak besar terhadap dinamika politik kawasan Timur Tengah. Hingga kini, situasi keamanan regional masih menjadi perhatian dunia internasional.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?