Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono

Jalan Poros Kenohan Kukar Segera Dilakukan Perbaikan, Ditargetkan Selesai Dalam Tiga Bulan


TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan perbaikan jalan poros di Kecamatan Kenohan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan berat dan kerap dikeluhkan warga tersebut kini memasuki tahap akhir persiapan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa seluruh proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) telah rampung. Saat ini, proyek tinggal menunggu penandatanganan kontrak sebelum pekerjaan fisik dimulai di lapangan.

Pemkab Kukar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan serta Rp5 miliar untuk pemeliharaan jalan. Dana tersebut difokuskan pada ruas strategis yang menghubungkan Kecamatan Kenohan, Tabang, dan Kembang Janggut.

Menurut Wiyono, kendala administratif yang sebelumnya menghambat kini telah terselesaikan. Dokumen pelaksanaan anggaran juga telah tersedia dan dilaporkan kepada Bupati untuk segera ditindaklanjuti.

“Seluruh tahapan PBJ sudah selesai, tinggal kontrak, setelah itu langsung dikerjakan di lapangan,” ujarnya , Rabu (8/4/2026).

Ia menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga bulan. Selain pembangunan, pemerintah juga akan melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan hingga akhir tahun guna menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui.

Namun demikian, perbaikan tidak dilakukan secara menyeluruh dengan metode pengecoran. Dari total sekitar 9 kilometer ruas jalan yang rusak, hanya sebagian kecil yang akan dibangun menggunakan konstruksi beton.

Wiyono menjelaskan, pengecoran direncanakan sepanjang 700 hingga 800 meter, khususnya di wilayah Desa Sebelimbingan hingga Teluk Muda. Sementara itu, sisa ruas jalan akan diperbaiki secara bertahap melalui metode agregat dan pemadatan.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, sehingga penggunaan aspal dinilai kurang efektif.

“Pengecoran difokuskan di titik tertentu, sedangkan sisanya dilakukan pemeliharaan agar tetap aman dilalui,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa konstruksi aspal tidak bertahan lama di jalur tersebut, sehingga beton dipilih sebagai solusi pada titik-titik tertentu.

Pemeliharaan jalan akan difokuskan pada area rawan kerusakan, terutama di sepanjang Sebelimbingan hingga Teluk Muda serta perbatasan Tuana Tuha yang selama ini dikenal sebagai titik kritis.

Meski belum dapat dilakukan perbaikan secara menyeluruh, pemerintah memastikan kondisi jalan akan lebih baik dibanding sebelumnya. Untuk penanganan secara total, dibutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.

“Secara ideal, diperlukan sekitar Rp80 hingga Rp90 miliar agar perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh,” pungkas Wiyono.

Penulis: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?