Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda

Jelang Idul Fitri , Polres Kukar Imbau Warga Tak Timbun BBM dan Gas

Bebaca.id, TENGGARONG — Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan pokok penting, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah situasi global yang dinilai belum stabil, terlebih menjelang Idulfitri yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Peringatan ini juga berkaitan dengan mulai munculnya fenomena panic buying di masyarakat akibat kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik dunia, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, Iran, serta perang Rusia–Ukraina yang berdampak pada sektor energi global.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Kompol Roganda, mengatakan pihak kepolisian perlu mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul akibat situasi global tersebut.

“Kami dari pihak kepolisian harus mengantisipasi hal-hal yang dipengaruhi faktor global. Konflik di Iran, Amerika, Israel, kemudian Rusia dan Ukraina, termasuk pemboman di kilang minyak dan depot bahan bakar, tentu akan memengaruhi kebutuhan BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kepanikan masyarakat yang berujung pada pembelian berlebihan hingga penimbunan bahan kebutuhan penting.

Untuk mengantisipasi hal itu, Polres Kukar melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan terus memantau ketersediaan bahan pokok dan energi di pasaran.

“Kami memiliki Satgas Pangan yang akan melakukan monitoring karena ini berkaitan dengan kebutuhan penting masyarakat, seperti BBM dan gas,” jelasnya.

Selain itu, kepolisian akan melakukan langkah preemtif dengan meninjau langsung harga di pasar, memantau ketersediaan bahan pokok, serta mengawasi potensi lonjakan harga.

Polres Kukar juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan.

“Jika terjadi kenaikan harga, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar harga tidak melonjak tinggi,” katanya.

Pihak kepolisian juga menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk menindak tegas pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara menimbun atau memanipulasi distribusi barang.

“Apabila ada pihak yang melakukan penimbunan atau berspekulasi mencari keuntungan dalam kondisi seperti ini, tentu akan kami tindak sesuai hukum,” tegas Roganda.

Ia berharap situasi global segera membaik sehingga tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas kebutuhan energi dan bahan pokok di dalam negeri.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?