Warga RT 3 Jalan Ruwan kembali menggelar Kampung Ramadan 1000 Lampu untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Kampung Seribu Lampu Hiasi Jalan Ruwan, Warga Sambut Ramadan dengan Swadaya

Penulis : SultanAL

TENGGARONG – Warga RT 3 Jalan Ruwan kembali menggelar Kampung Ramadan 1000 Lampu untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Program yang telah berlangsung selama enam tahun ini dilaksanakan secara swadaya dengan melibatkan partisipasi penuh masyarakat.

Ketua RT 3, Faidil Fasha, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari inisiatif sederhana warga yang ingin menghadirkan nuansa berbeda saat bulan suci.

“Awalnya kami hanya ingin suasana Ramadan di kampung terasa lebih hidup,” ujar Faidil.

Seiring berjalannya waktu, konsep yang diusung terus berkembang. Jika pada tahun pertama dekorasi masih terbilang sederhana, kini pemasangan lampu semakin masif. Pada Ramadan tahun ini, warga mengangkat tema Kampung Seribu Lampu Ramadan dengan memasang sekitar 1.000 unit lampu yang membentang dari area musala hingga ujung gang. Tahun sebelumnya, konsep yang dihadirkan adalah Kampung Lampion dengan desain dan tata letak berbeda.

Kreativitas warga terlihat dari pemanfaatan barang bekas sebagai bahan ornamen. Botol suplemen, wadah makanan siap saji, serta piring plastik dirangkai menjadi hiasan dan kaligrafi. Untuk rangka dekorasi digunakan pipa paralon, sementara kain dibeli seperlunya guna menekan anggaran.

“Hampir semua memanfaatkan barang yang ada. Hanya lampu dan kabel yang dibeli baru,” jelas Faidil.

Proses persiapan berlangsung sekitar dua bulan. Warga RT 2 dan RT 3 terlibat sejak tahap perencanaan desain hingga pemasangan instalasi listrik. Tantangan terbesar yang dihadapi panitia adalah faktor cuaca, khususnya hujan yang berisiko merusak lampu.

Pengalaman tahun lalu menjadi bahan evaluasi. Saat itu, kerusakan cukup tinggi karena lampu kemasukan air.

“Tahun lalu, sekitar 20 lampu per malam harus diganti karena kemasukan air,” ungkapnya.

Sebagai solusi, tahun ini posisi lampu dipasang terbalik agar air hujan tidak mudah masuk dan tingkat kerusakan dapat diminimalkan.

Pendanaan kegiatan sepenuhnya berasal dari iuran dan swadaya warga. Biaya untuk komponen listrik disebut mencapai puluhan juta rupiah. Sejumlah warga bahkan secara sukarela menyambungkan instalasi listrik dari rumah masing-masing untuk menyalakan lampu hias tersebut.

Lampu-lampu akan tetap menyala hingga tujuh hari setelah Idulfitri sebelum dibongkar bersama. Ke depan, warga berencana membuka sayembara tema agar masyarakat luar dapat ikut berpartisipasi menyumbangkan ide.

Menurut Faidil, kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan dekorasi Ramadan, melainkan juga memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga.

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Apa yang Anda Cari?